DEBAT ISU EKONOMI NASIONAL 2018

Peningkatan Peran Pemuda dalam Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Guna Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Berkelanjutan

Call for Essay PPKTI 2018

Ideku untuk Negeri Tercinta

Buka Bersama dan Silatponi

Rajut Ukhuwah Aktivis Kampus dalam Balutan Bulan Ramadhan Bersama DPO dan Alumni KRISTAL

INNOVATION CONTEST 2018

KRISTAL Sukses Mewadahi Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa Indonesia

Selasa, 31 Oktober 2017

Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah #2




Ketika mendengar kata karya tulis ilmiah mungkin bagi mahasiswa baru masih terlalu asing, bahkan masih banyak mahasiswa yang belum mengerti maupun paham apa itu karya tulis ilmiah. Terlebih mengenai salah satu jenis karya tulis ilmiah, yakni esai. Sehingga, perlu adanya suatu pelatihan yang memfasilitasi mahasiswa untuk mengenal dan memahami lebih lanjut apa itu esai.
Maka dari itu, pada hari Jum’at (27/10) UKMF Penelitian KRISTAL mengadakan Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (PPKTI) #2 yang mengusung tema “Membentuk Mahasiswa Fakultas Ekonomi, sebagai Intelek yang Berwawasan dan Terampil Melalui Kepenulisan”. PPKTI #2 ini merupakan tindak lanjut dari PPKTI #1 yang diadakan pada bulan Maret silam. Pada PPKTI #2 ini, UKMF Penelitian KRISTAL FE UNY menghadirkan 2 pembicara yaitu 1) Erna Fitriana (Mawapres S1 FE UNY, Wakil Ketua UKMF Penelitian KRISTAL) yang membahas lebih lanjut mengenai konsep esai lomba dan 2) Sariyatul Ilyana, S.Pd. (LPDP Awardee Universitas Gadjah Mada & General Manager of Generasi Cerdas Keuangan) yang membahas lebih lanjut mengenai esai beasiswa.


Peserta pada PPKTI #2 ini merupakan Mahasiswa FE UNY dan umum. Peserta diajak untuk mengenal konsep mengenai esai secara umum, mengetahui cara maupun tahapan dalam membuat esai oleh Erna Fitriana. Selain itu, peserta juga diajak untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peran esai beasiswa dalam melakukan apply beasiswa, cara-cara yang baik serta tips dalam membuat esai beasiswa oleh Sariyatul Ilyana, S.Pd. Dengan diadakannya PPKTI #2 ini, diharapkan peserta khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi dapat memiliki gambaran mengenai konsep esai yang biasanya digunakan untuk perlombaan, beasiswa, dan lainnya.



Selain pelatihan ini, UKMF Penelitian KRISTAL FE UNY juga memfasilitasi teman-teman mahasiswa FE UNY untuk mulai mencoba menghasilkan karya tulis berupa esai, melalui Lomba Menulis Esai dengan tema “Apa Kontribusimu untuk Indonesia?” yang dimulai sejak tanggal 23 Oktober hingga 5 November 2017. Dengan ini, diharapkan mahasiswa FE UNY semakin termotivasi untuk menghasilkan karya tulis ilmiah baik berupa esai ataupun karya tulis yang lainnya.
Share:

Senin, 16 Oktober 2017

FORKIS (Forum Kajian Ilmiah Mahasiswa) 5

Hay sobat Formasi !!!
Jumpa lagi nih sama forkis !!
Melihat kondisi bangsa Indonesia yang masih belum tertata, terarah, dan terencana dengan baik, bener kalian sebagai mahasiswa aktif nggak mau berkontribusi..??
Apalagi program SDGs yang diluncurkan pemerintah dengan 17 target yang luar biasa....
Baca sampai habis..!!!
.
.
Dapat dipastikan, untuk ke depannya mahasiswa dituntut untuk semakin berpikir kreatif karena era globalisasi sudah akan semakin berat untuk dihadapi. Bukan rahasia memang Indonesia adalah negara yang paling konsumtif. Masyarakat Indonesia dinilai lebih menyukai sebagai konsumen dibandingkan menciptakan inovasi. Namun hal itu tak selamanya benar. Pasalnya, ternyata masih banyak generasi muda Indonesia yang mampu melahirkan berbagai inovasi. Mulai dari memanfaatkan limbah tak terpakai menjadi barang yang bernilai ekonomis hingga mengembangkan teknologi digital. Banyak peluang untuk memajukan negara Indonesia, karena Indonesia terkenal dengan kelimpahan sumber daya alam yang dimiliki, sangat dianjurkan untuk selalu dimanfaatkan dengan baik, sayang sekali jika banyaknya potensi yang dimiliki dibiarakan begitu saja tanpa dicampuri beberapa ide kreatif dan inovatif untuk mengembangkannya. Dengan adanya SDGs diharapkan Indonesia mampu mencapai 17 target yang terukur dengan tenggat waktu yang ditentukan.
Dalam aspek sosial budaya, Indonesia dikenal memiliki keberagaman. Aspek sosial dan budaya terbentuk dari faktor interaksi manusia dengan lingkungan eksternalnya.  Akibat beraneka ragamnya, kondisi sosial budaya di Indonesia berpengaruh dalam berbagai hal, seperti: timbulnya kesenjangan di masyarakat karena kondisi pembangunan yang masih belum merata saat ini. Keberagaman yang dimiliki Indonesia juga menimbulkan masalah terkait lingkungan. Permasalahan lingkungan Indonesia terjadi di berbagai sektor beserta segala kompleksitas, penyebab, dan akibat masing-masing. Beberapa permasalahan yang ditemukan di Indonesia seperti permasalahan air yang seringkali diakibatkan oleh penduduknya sendiri, seperti permasalahan sungai, limbah domestik, limbah industri, limbah pertanian maupun racun. Kondisi lingkungan yang demikian otomatis akan mengganggu masalah kesehatan masyarakat. Tanpa pemahaman terhadap penyakit dan masalah kesehatan masyarakat oleh petugas kesehatan maka tidak akan memiliki dasar pemahaman konsep penyakit dan masalah kesehatan. Berbagai penyebab masalah kesehatan di Indonesia yang masih dijumpai yaitu: masalah kesehatan lingkungan, belum sehatnya lingkungan pemukiman, penyediaan air bersih masih minim, serta pengelolaan limbah dan sampah kurang baik.
Sahabat...Rentetan masalah yang dihadapi Indonesia tak hanya berhenti sampai di situ. Kita lihat kondisi ketahanan pangan di Indonesia pada saat ini semakin memburuk, dikarenakan beralih fungsinya lahan pertanian di Indonesia. Indonesia berada di level serius dalam indeks kelaparan global. Hal ini diprediksi akan terus memburuk dengan terus bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia. Di masa depan diprediksi akan terjadi kelangkaan pangan yang diakibatkan oleh beberapa hal seperti kerusakan lingkungan, konversi lahan, tingginya harga bahan bakar fosil, pemanasan iklim dan lain-lain. Beralih ke permasalahan pendidikan, kondisi pendidikan Indonesia masih saja memprihatinkan atau kurang perhatian dari pihak pemerintah. Terutama mengenai fasilitas pendidikan di daerah-daerah yang kurang terlihat, baik sarana atau prasarana pendidikan. Masih saja kita lihat dan dengar, bahwa masih adanya bangunan sekolah yang merupakan tempat paling utama menuntut ilmu itu tidak layak untuk digunakan. Berbicara soal pendidikan di Indonesia, tidak akan lepas dari pemikiran tentang krisis pendidikan yang disebabkan krisis ekonomi global yang terjadi. Biaya pendidikan yang melambung tinggi membuat anak-anak dengan keadaan ekonomi rendah memiliki nasib buruk sehingga mereka harus putus sekolah dan membantu pekerjaan orangtua. Aspek ekonomi dan bisnis Indonesia dari berbagai pihak menyepakati bahwa penurunan performa bisnis di segala lini dan dibanyak tempat adalah akibat dari kebijakan pemerintahan baru di Indonesia. Kebijakan ekonomi yang dimaksud adalah menghapus banyaknya subsidi dengan relatif cepat. Selian itu juga ada kebijakan penaikan tarif pajak atau mengenakan banyak pajak baru bagi para pengusaha maupun masyarakat umum. Aspek yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah yaitu aspek teknologi, karena aspek ini mampu menjadi kekuatan bagi negara untuk dapat mencapai negara maju. Semakin tinggi dan maju peradaban suatu negara maka teknologinyapun akan semakin maju pula. Tetapi bagaimana dengan nasib Indonesia? Kondisi di Indonesia tidak jauh dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Teknologi dan informasi di Indonesia bisa dibilang cukup maju, tetapi belum merata. Hanya kota-kota besar saja yang memiliki akses teknologi terbaru ini. Indonesia memiliki satu problem yang fatal, yaitu besarnya bentang alam. Lebih banyak laut daripada daratan membuat pemerataan teknologi terbarukan menjadi sangat lambat. Contohnya saja, di negara-negara maju dengan bentang alam yang tidak terlalu rumit sebut saja korea Selatan, mereka sudah siap-siap untuk membuat jaringan 5G jaringan yang jauh di atas 4G. Sedangkan di Indonesia untuk jaringan 3G saja masih belum merata.




Share:

KRISTAL FE UNY SUKSES MENGADU DAYA PIKIR KRITIS MAHASISWA FE UNY TERHADAP PROBLEMATIKA KEBIJAKAN PEMERINTAH

Acara Public Policy Analyze (PPA) 2017 dengan tema “Mengawal Kebijakan Pemerintah Guna Mewujudkan Sistem Pemerintahan yang Transparan” sukses diselenggarakan oleh KRISTAL FE UNY pada 23 September 2017 lalu. Peserta dari acara ini adalah tujuh tim terbaik dari setiap organisasi kemahasiswaan yang ada di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Ketujuh tim tersebut adalah BEM, HIMA Akuntansi, HIMA Pendidikan Akuntansi, HIMA Pendidikan Administrasi Perkantoran, HIMA Manajemen, HIMA D3 serta UKMF Al-Fatih. Mengapa sasaran peserta pada acara PPA 2017 adalah mahasiswa FE UNY yang berkecimpung dalam organisasi kemahasiswa? Hal ini dikarenakan menakar pentingnya organisasi kemahasiswaan itu sendiri. Dimana organisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik serta profesionalisme yang tinggi sesuai bidang profesinnya. Sehingga diharapkan mahasiswa sebagai barisan terdepan dapat mengawal dan mengawasi kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat serta mampu memberikan solusi berupa gagasan untuk kebijakan yang lebih baik (open goverment).
 


Pada Sabtu (23/09) lalu, 7 tim berhasil dihadirkan dalam Technical Meeting di Auditorium FE UNY untuk berdiskusi dan menghasilkan kesepakatan berupa ketentuan-ketentuan terkait case building terhadap mosi yang nanti akan dipresentasikan. Kegiatan selanjutnya adalah 7 tim tersebut beradu daya pikir kritis terkait mosi yang mereka dapatkan melalui sistem undian di hadapan tiga juri, yakni Eryan Dwi Susanti (Mapres FE UNY 2016), Eko Siam Muwadi (Ketua Departemen Kajian Riset dan Politik BEM FE UNY 2016), dan Zakiyudin (Ketua BEM FE UNY 2015). Tim yang berhasil keluar menjadi juara adalah HIMA Akuntansi (Juara 1), BEM (JUara 2), dan UKMF Al-Fatih (Juara 3). Melalui rangkaian acara PPA 2017 yang berhasil dilaksanakan, harapannya mahasiswa FE UNY baik yang juara maupun yang belum mendapat juara dapat berkontribusi pada negara melalui gagasan-gagasan yang kritis untuk mengawal kebijakan pemerintah Negara Republik Indonesia untuk menjadi lebih baik. Sukses kepada juara-juara PPA 2017 dan nantikan PPA 2018 mendatang!

Share:

Rabu, 04 Oktober 2017

SAPA ORMAWA dengan MITI Klaster Mahasiswa Regional Yogyakarta


UKMF Penelitian KRISTAL Fakultas Ekonomi Universitas negeri Yogyakarta kembali menyelenggarakan silaturahmi dengan ormawa lain atau dengan organisasi luar UNY yang sering disebutg dengan Sapa Ormawa. Sapa Ormawa untuk yang kedua ini disenggarakan dengan mengundang MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia) Klaster Mahasiswa, dimana sebelumnya yaitu dengan Gama Cendekia UGM. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 28 September 2017 bertempat di Ruang Auditorium Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta. Acara tersebut berlangsung pukul 14.00-17.00 WIB. 


Sapa Ormawa dihadiri oleh pengurus UKMF Penelitian KRISTAL, mahasiswa magang KRISTAL, dan juga beberapa pihak MITI. Acara ini dibuka oleh Ketua KRISTAL 2017, Fajar Indra Prasetyo dengan doa dan sambutan. Selanjutnya, pihak MITI yang diwakilkan oleh Saudara Areski juga memberikan sambutan sekaligus presentasi materinya tentang MITI (pengenalan lebih jauh tentang MITI klaster mahasiswa). Setelah presentasi disampaikan dari pihak MITI, selanjutnya dari KRISTAL yaitu Fajar Indra Prasetyo juga menyampaikan presentasi mengenai UKMF Penenlitian KRISTAL. Mulai dari pengenalan departemen dan proker departemen masing-masing. 

Setelah acara presentasi selesai, dilanjukan acara Tanya jawab baik dari pihak UKMF Penelitian KRISTAL maupun dari MITI Klaster Mahasiswa. Pertanyaan yang diajukan ada 4 pertanyaan baik dari KRISTAL maupun dari pihak MITI. Semua pertanyaan terjawab dengan jelas. Selanjutnya acara pemberian kenang-kenangan. Kenang-kenangan diberikan oleh Fajar Indra Prasetyo selaku KETUA KRISTAL 2017 kepada Saudara Areski selaku perwakilan dari MITI Klaster mahasiswa. Acara selanjutnya yaitu penutup dilanjutkan dengan foto bersama. 

 
Share:

Jam

Anda Pengunjung Ke-