DEBAT ISU EKONOMI NASIONAL 2018

Peningkatan Peran Pemuda dalam Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Guna Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Berkelanjutan

Call for Essay PPKTI 2018

Ideku untuk Negeri Tercinta

Buka Bersama dan Silatponi

Rajut Ukhuwah Aktivis Kampus dalam Balutan Bulan Ramadhan Bersama DPO dan Alumni KRISTAL

INNOVATION CONTEST 2018

KRISTAL Sukses Mewadahi Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa Indonesia

Jumat, 26 Mei 2017

KRISTAL FE UNY SUKSES MENGADU INTELEKTUALITAS MAHASISWA INDONESIA - ICON 2017

Tiga rangkaian puncak acara Innovation Contest (ICON) 2017 sukses diselenggarakan oleh KRISTAL FE UNY pada 11 – 13 Mei 2017 lalu. Dimulai sejak Maret 2017 dalam pengumpulan abstrak, akhirnya KRISTAL berhasil menghadirkan 15 tim terbaik yang berhasil lolos dari 378 tim yang berhasil dihimpun. Kelima belas tim tersebut adalah 2 tim Universitas Diponegoro, Univeritas Airlangga, 2 tim Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, 2 tim Universitas Udayana, 2 tim Universitas Negeri Surabaya, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Universitas Halu Oleo serta Universitas Islam Indonesia.
        
Pada Kamis (11/05) lalu, 15 tim berhasil dihadirkan dalam Technical Meeting di Ruang Ramah Tamah FE UNY untuk berdiskusi dan menghasilkan kesepakatan berupa ketentuan-ketentuan presentasi karya. Bertempat di Auditorium FE UNY, pada hari berikutnya, Jumat (12/05), kelima belas tim seru beradu intelektualitas di hadapan tiga juri, yakni Bapak Eka Ari Wibawa, S.Pd., M.Pd., (Dosen Fakultas Ekonomi UNY), Ibu Dra. Shavitri Nurmala Dewi, M.A. (Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), dan Bapak Muhammad Adhitya Arjanggi, S.T. (Ketua MITI KM).
       
Rangkaian acara ICON 2017 ketiga adalah Seminar Nasional. Mengusung topik Sustainable Deelopment Goals (SDGs), Seminar Nasional ini menghadirkan keynote speaker dan pembicara 1 dari PT ACE Hardware Indonesia selaku sponsor utama ICON 2017, yakni Ibu Yenita MM., MBA., M.Si., MT., MH., M.Pd., MAK., ME., MIKOM., MMSI., Dr.(cand.), Ph.D.(cand.) dan Ibu Tarisa Widya Krisnadi. Kedua pembicara lain dalam Seminar Nasional yang tak kalah seru mengupas materi Sustainable Development Goals (SDGs) adalah Bapak Malik Khidir (CEO Stechoq Robotika) dan Bapak Drs. H. A. Kholiq Arif, M.Si. (Bupati Wonosobo 2005 – 2015). Dalam seminar nasional ini, berlangsung pula pemberian penghargaan kepada 22 tim terpilih sebagai ACE Indonesia’s Youth Innovator. Seminar Nasional ditutup dengan mengumumkan juara LKTIN ICON 2017 sekaligus memberikan hadiah dan penghargaan. Tim yang berhasil keluar menjadi juara adalah Universitas Negeri Yogyakarta dengan ketua R Amirur Rajif (Juara 1), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (Juara 2), Universitas Brawijaya dengan ketua Prasada Aditama Kridawan (Juara 3), Universitas Udayana dengan ketua Kadek Yardi Mahadikara (Juara Harapan 1), Universitas Padjadjaran (Juara Harapan 2), dan Universitas Negeri Yogyakarta dengan ketua Devi Lestari (Juara Harapan 3). Adapun Best Presentation berhasil diraih oleh tim dari Universitas Airlangga dan gelar Best Implementation berhasil disandang tim dari Universitas Gadjah Mada.
        
Selain ketiga rangkaian acara tersebut, KRISTAL FE UNY bekerjasama dengan PT ACE Hardware Indonesia berhasil melaksanakan Walk in Test pada Jumat dan Sabtu, 12 dan 13 Mei 2017. Tes diikuti oleh masyarakat umum maupun mahasiswa baik dari UNY maupun luar UNY. Bahkan finalis ICON 2017 juga memiliki kesempatan spesial untuk bergabung dalam tes ini secara gratis.
Melalui rangkaian acara ICON 2017 yang berhasil dilaksanakan, harapannya mahasiswa Indonesia, baik yang juara maupun yang menjadi inovator muda, dapat berkontribusi pada Indonesia melalui ide-ide kreatif dan inovatif. Sukses kepada juara-juara ICON 2017 dan ACE Indonesia’s Youth Innovator! Nantikan ICON 2018 mendatang!
Share:

Sabtu, 06 Mei 2017

FORKIS 2 (Forum Kajian Ilmiah Mahasiswa) - Pamflet Educreation

Hay sobat Formasi !!!
Jumpa lagi nih sama forkis !!
Hari ini aku mau cerita sesuatu yang layak untuk dibaca lho, karena infonya yang berbobot..!!
Kalian tau nggak pendidikan di Indonesia masih perlu dievaluasi dalam menghadapi derasnya arus globalisasi ???
.
.
.
Pendidikan sendiri merupakan sesuatu yang berperan sebagai leading sector pembangunan manusia, memiliki andil besar dalam menjawab kemajuan zaman dan perubahan kondisi sosial masyarakat, dari skala nasional hingga skala global, menerobos sekat-sekat pembatas hubungan antar bangsa. Metode pendidikan yang masih banyak diterapkan di Indonesia yaitu melalui bimbingan orang lain secara bertatap muka langsung seperti halnya di sekolah dasar, menengah, bahkan di bangku perkuliahan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu dihadirkan kreativitas dari masing – masing individu. Kreativitas yang bagaimana ya sobat ??? Yupp yaitu krativitas yang melibatkan pemunculan gagasan atau tindakan untuk membuat sesuatu yang baru. Hal ini mungkin akan sulit jika setiap siswa dipaksakan untuk melakukannya, tapi jangan berhenti putus asa begitu saja. Kita bisa membaca banyak referensi kemudian memahami dan meniru sehingga akan lebih mudah untuk memunculkan gagasan baru.
Indonesia adalah bagian dari masyarakat dunia, yang secara otomatis menjadi peserta kompetisi global salah satunya dalam bidang pendidikan. Secara kualitas, Indonesia dinilai sebgai bangsa besar di mata dunia juga merupakan negara yang begitu disegani oleh bangsa lain karena kemasyuran di zamannya. Tapi apakah Indonesia mampu membuktikan pandangan dunia tentang hal ini ? Pendidikanlah  yang sanggup untuk menjawab semua pandangan tersebut karena sebagai akar pembangunan bangsa. Pemenuhan akses dan mutu pendidikan yang berorientasi Global. Kemudian ditopang pula oleh instrumen dan kebijakan yang bervisi jangka panjang, bertarget menembus persaingan dunia. Kesemuanya ini harus dipersiapkan sesegara mungkin, mengingat persaingan Global sudah di depan mata. Penghujung 2015 yang lalu menjadi awal sebuah kompetisi, ketika genderang ASEAN Economic Community ditabuh. Maka siap tidak siap pendidikan Indonesia harus mampu menjawab tantangan tersebut sebagai produsen tenaga-tenaga ahli, pemikir, dan pelaku kompetisi dari berbagai bidangnya. Pembenahan Sistemik upaya utama dalam rangka pembenahan tersebut yaitu pertama, pembenahan Hukum dan Birokrasi, efektifitas birokrasi dalam mengawal kemajuan pendidikan diawali atas distribusi anggaran dan efektifitas penggunananya, APBD yang dikeluarkan 20% seharusnya mampu memenuhi keterbutuhan sarana-prasarana serta kesejahteraan pendidikan secara umum. Budaya koruptif dan tidak efektifnya penggunaan dana adalah potret guram birokrasi yang wajib dibenahi. Kemudian kedua, perluasan akses pendidikan, saat ini secara global lebih dari seratus juta anak di seluruh dunia masih belum mampu menjangkau akses untuk sekolah, angka ini dilihat dari indeks Millenium Development Goal (MDG) di negara-negara miskin.
Lalu bagaimana dengan Indonesia sendiri?. Sebuah tantangan serius yang perlu kita cermati, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia masih lemah di sektor pendidikan, Angka Partisipasi Kasar (APK) titik terendanya diangka 2,5 atau tak sampai kelas III SD, sedangkan tertinggi di angka 10 atau setara kelas I SMA. Pemerintah selaku komandan penyelenggara pendidikan, telah mengeluarkan Kurikulum sebagai upaya untuk memberikan rambu-rambu kompetensi baik bagi Guru maupun siswa - siswi meskipun sampai saat ini polemik penyelenggaraan kurikulum belum juga usai. Persaingan global juga menuntut kompetensi linguistik, tak menutup kemungkinan pendidikan kita dituntut Billigual dalam waktu dekat. Dari sinilah pembenahan itu dimulai, baik dari institusi pencetak pendidik, mahasiswa, calon guru, pemerintah, dan berbagai pihak terkait lainnya. Baik buruknya kualitas guru akan berdampak signifikan terhadap kualitas pembelajaran yang nantinya akan berefek pula pada kualitas siswa. Era Informasi dan komunikasi yang semakin pesat berkembang, membuat masyarakat kita latah dan terombang-ambing dalam derasnya arus globalisasi. Perubahan ini tidak bisa dihindari, tapi bisa disikapi, menyikapinya tentu melalui pendidikan berkarakter, sebagaimana model manusia Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing. Menatap Abad 21 Standar dan Kualitas pendidikan di Abad 21 tentu harus terpenuhi. Pendidikan yang tangguh akan mampu menjawab tantangan dunia yang semakin maju. Karena semuanya dimulai dari Pendidikan.
Share:

Jumat, 05 Mei 2017

SAPA ORMAWA - Gama Cendekia UGM

Jum’at, 28 April 2017 UKMF Penelitian Kristal mengadakan kunjungan Sapa Ormawa yang pertama pada periode kepengurusan di tahun 2017. Sapa Ormawa kali ini UKMF Kristal mengadakan kunjungan ke UKM Penelitian Gama Cendekia UGM yang merupakan salah satu UKM & Pengkaji Interdisipliner Univ di UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan menambah hubungan dengan ekstern Kristal serta menambah ilmu tentang pendidikan, penelitian, penalaran, dan ilmu berorganisasi. Acara ini diikuti oleh 20 pengurus Kristal dan disambut oleh sekitar 15 anggota GC (singkatan dari Gama Cendekia).

Sebelum menuju ke UGM, peserta Sapa Ormawa berkumpul terlebih dahulu di depan gedung GE 1 FE UNY sekitar pukul 14.00 WIB untuk persiapan pemberangkatan ke Audiotorium FMIPA UGM. Kegiatan dimulai dengan sambutan ketua UKMF Kristal, Fajar Indra Prasetyo dan sambutan dari ketua Gama Cendekia periode 2017/2018, Syauqi Muhammad Nur Fikri Islami. Acara selanjutnya adalah pemaparan dari profil UKMF Penelitian Kristal lalu dilanjut dengan pemaparan profil organisasi Gama Cendekia UGM oleh masing-masing ketua.
Sama halnya dengan UKMF Kristal yang memiliki 5 departemen, UKM Gama Cendekia memiliki 5 departemen utama, yaitu departemen penelitian yang terdiri dari divisi risbang saintek & soshum, departemen hubungan masyarakat & jaringan, departemen media, Gama Cendekia Coorperation dan departemen PSDM.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari masing-masing organisasi. Dimulai dari pertanyaan staff ahli departemen PSDM Kristal yaitu Rizka Sari yang menanyakan mengenai bagaimana pengelolaan SDM yang baik agar kekompakan dan semangat tetap terjaga dan yang terakhir  pertanyaan dari Dwi Pramusanti selaku Kepala Departemen Hubungan Informasi Kristal. Pengurus Gama Cendekia tak lupa juga memberikan pertanyaan kepada para pengurus Kristal mengenai beberapa hal, seperti jurnal & proceeding, dll.
Acara berakhir dengan pemberian kenang-kenangan dari Ketua Gama Cendekia & dari Ketua UKMF Penelitian Kristal. Selanjutnya dilanjutkan dengan foto bersama semua pengurus Kristal maupun Gama Cendekia.
Share:

Jam

Anda Pengunjung Ke-