Sabtu, 06 Mei 2017

FORKIS 2 (Forum Kajian Ilmiah Mahasiswa) - Pamflet Educreation

Hay sobat Formasi !!!
Jumpa lagi nih sama forkis !!
Hari ini aku mau cerita sesuatu yang layak untuk dibaca lho, karena infonya yang berbobot..!!
Kalian tau nggak pendidikan di Indonesia masih perlu dievaluasi dalam menghadapi derasnya arus globalisasi ???
.
.
.
Pendidikan sendiri merupakan sesuatu yang berperan sebagai leading sector pembangunan manusia, memiliki andil besar dalam menjawab kemajuan zaman dan perubahan kondisi sosial masyarakat, dari skala nasional hingga skala global, menerobos sekat-sekat pembatas hubungan antar bangsa. Metode pendidikan yang masih banyak diterapkan di Indonesia yaitu melalui bimbingan orang lain secara bertatap muka langsung seperti halnya di sekolah dasar, menengah, bahkan di bangku perkuliahan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu dihadirkan kreativitas dari masing – masing individu. Kreativitas yang bagaimana ya sobat ??? Yupp yaitu krativitas yang melibatkan pemunculan gagasan atau tindakan untuk membuat sesuatu yang baru. Hal ini mungkin akan sulit jika setiap siswa dipaksakan untuk melakukannya, tapi jangan berhenti putus asa begitu saja. Kita bisa membaca banyak referensi kemudian memahami dan meniru sehingga akan lebih mudah untuk memunculkan gagasan baru.
Indonesia adalah bagian dari masyarakat dunia, yang secara otomatis menjadi peserta kompetisi global salah satunya dalam bidang pendidikan. Secara kualitas, Indonesia dinilai sebgai bangsa besar di mata dunia juga merupakan negara yang begitu disegani oleh bangsa lain karena kemasyuran di zamannya. Tapi apakah Indonesia mampu membuktikan pandangan dunia tentang hal ini ? Pendidikanlah  yang sanggup untuk menjawab semua pandangan tersebut karena sebagai akar pembangunan bangsa. Pemenuhan akses dan mutu pendidikan yang berorientasi Global. Kemudian ditopang pula oleh instrumen dan kebijakan yang bervisi jangka panjang, bertarget menembus persaingan dunia. Kesemuanya ini harus dipersiapkan sesegara mungkin, mengingat persaingan Global sudah di depan mata. Penghujung 2015 yang lalu menjadi awal sebuah kompetisi, ketika genderang ASEAN Economic Community ditabuh. Maka siap tidak siap pendidikan Indonesia harus mampu menjawab tantangan tersebut sebagai produsen tenaga-tenaga ahli, pemikir, dan pelaku kompetisi dari berbagai bidangnya. Pembenahan Sistemik upaya utama dalam rangka pembenahan tersebut yaitu pertama, pembenahan Hukum dan Birokrasi, efektifitas birokrasi dalam mengawal kemajuan pendidikan diawali atas distribusi anggaran dan efektifitas penggunananya, APBD yang dikeluarkan 20% seharusnya mampu memenuhi keterbutuhan sarana-prasarana serta kesejahteraan pendidikan secara umum. Budaya koruptif dan tidak efektifnya penggunaan dana adalah potret guram birokrasi yang wajib dibenahi. Kemudian kedua, perluasan akses pendidikan, saat ini secara global lebih dari seratus juta anak di seluruh dunia masih belum mampu menjangkau akses untuk sekolah, angka ini dilihat dari indeks Millenium Development Goal (MDG) di negara-negara miskin.
Lalu bagaimana dengan Indonesia sendiri?. Sebuah tantangan serius yang perlu kita cermati, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia masih lemah di sektor pendidikan, Angka Partisipasi Kasar (APK) titik terendanya diangka 2,5 atau tak sampai kelas III SD, sedangkan tertinggi di angka 10 atau setara kelas I SMA. Pemerintah selaku komandan penyelenggara pendidikan, telah mengeluarkan Kurikulum sebagai upaya untuk memberikan rambu-rambu kompetensi baik bagi Guru maupun siswa - siswi meskipun sampai saat ini polemik penyelenggaraan kurikulum belum juga usai. Persaingan global juga menuntut kompetensi linguistik, tak menutup kemungkinan pendidikan kita dituntut Billigual dalam waktu dekat. Dari sinilah pembenahan itu dimulai, baik dari institusi pencetak pendidik, mahasiswa, calon guru, pemerintah, dan berbagai pihak terkait lainnya. Baik buruknya kualitas guru akan berdampak signifikan terhadap kualitas pembelajaran yang nantinya akan berefek pula pada kualitas siswa. Era Informasi dan komunikasi yang semakin pesat berkembang, membuat masyarakat kita latah dan terombang-ambing dalam derasnya arus globalisasi. Perubahan ini tidak bisa dihindari, tapi bisa disikapi, menyikapinya tentu melalui pendidikan berkarakter, sebagaimana model manusia Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing. Menatap Abad 21 Standar dan Kualitas pendidikan di Abad 21 tentu harus terpenuhi. Pendidikan yang tangguh akan mampu menjawab tantangan dunia yang semakin maju. Karena semuanya dimulai dari Pendidikan.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Jam

Anda Pengunjung Ke-