DEBAT ISU EKONOMI NASIONAL 2018

Peningkatan Peran Pemuda dalam Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Guna Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Berkelanjutan

Call for Essay PPKTI 2018

Ideku untuk Negeri Tercinta

Buka Bersama dan Silatponi

Rajut Ukhuwah Aktivis Kampus dalam Balutan Bulan Ramadhan Bersama DPO dan Alumni KRISTAL

INNOVATION CONTEST 2018

KRISTAL Sukses Mewadahi Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa Indonesia

Rabu, 23 Oktober 2019

#DIKMA5 Polemik Kenaikan Tarif BPJS Indonesia, Sebuah Solusi atau Tekanan?


#DIKMA5
Polemik Kenaikan Tarif BPJS Indonesia, Sebuah Solusi atau Tekanan?

Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan per 1 Januari 2020 sebagai langkah untuk mengatasi defisit yang dialami perusahaan jaminan kesehatan ini. Kenaikan ini akan dikenakan untuk kelas I menjadi Rp 60 ribu dan kelas II menjadi Rp 110 ribu. Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris menyebutkan memang perusahaan ini telah mengalami defisit yang jika tak ditambal dengan kenaikan iuran bisa mencapai angka Rp 80 triliun. Keputusan kenaikan iuran BPJS ini menuai banyak pro dan kontra.
Ada yang setuju terhadap Pemerintah mengenai kenaikan ini terutama hanya difokuskan pada kenaikan BPJS khusus pekerja saja. Karena dianggap mampu membayar dengan income yang tetap. Tentu hal ini pelan-pelan akan mengurangi defisit yang terjadi. Sedangkan ada yang beranggapan bahwa bisa dinaikkan, namun tidak sampai 100% karena dikhawatirkan terdapat oknum “nakal” yang bermain iuran BPJS ini.
Namun tidak sedikit juga yang berlawanan terhadap Pemerintah, sebagian besar menilai besaran kenaikan yang digodok Pemerintah terlalu tinggi sehingga membebani masyarakat. karena apabila dinaikkan, maka tidak akan menutup defisit BPJS, justru membuat rakyat semakin tidak membayar, dan efeknya berimbas pada biaya rumah sakit, obat, dokter, pun kian merosot tunggakannya. Dilihat dari aspek demografi, Pemerintah tidak memperhatikan pendapatan per daerah, karena tidak semua daerah mampu menyesuaikan kenaikan BPJS ini.
Sebagai mahasiswa, hal ini sangat baik untuk dikritisi mengingat pengaruhnya terhadap kesejahteraan negara. Kenaikan BPJS dalam mengatasi defisit ini memang memiliki banyak sisi positif dan negatif, namun terlepas dari itu, Pemerintah perlu memperbaiki permasalahan sebelum kenaikan ini dilakukan dengan memperbaiki sistem BPJS mulai dari sistem rujukan, antara puskesmas rumah sakit ke BPJS, dan sistem tagihan. Peningkatan kuantitas ini perlu diselaraskan dengan peningkatan kualitas yang diberikan mulai dari obat yang diberikan, pelayanan, fasilitas, dll. Hal ini perlu ditinjau kembali mengingat banyak terjadi “beda perlakuan”  antara peserta BPJS dan Non BPJS. Penguatan kembali regulasi yang mengatur BPJS dan dengan sanksi yang diberikan. Meniru Negara lain yang telah maju dalam bidang penyediaan layanan kesehatan pun turut menjadi referensi solusi Pemerintah dalam pemecahan masalah defisit ini.

Referensi:

Puti Aini Yasmin. 2019. Tiap Tahun Produksi Pangan RI Turun Terus. Artikel diunduh dari https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4520268/tiap-tahun-produksi-pangan-ri-turun-terus.
Ihasanudin. 2019. Ditantang IDI Paparkan Solusi Defisit BPJS, Ini Jawaban Jokowi. Artikel diunduh dari https://nasional.kompas.com/read/2018/10/25/16155111/ditantang-idi-paparkan-solusi-defisit-bpjs-ini-jawaban-jokowi.
Simorangkir, Eduardo. 2019. Sebagian Warga Setuju Iuran BPJS Kesehatan Naik, Asalkan. Artikel diunduh dari https://finance.detik.com/moneter/d-4686026/sebagian-warga-setuju-iuran-bpjs-kesehatan-naik-asalkan
Wareza, Monica. 2019. Ingat! Mulai 2020 BPJS Kesehatan Kelas I & II Naik. Arikel diunduh dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20190907121510-4-97798/ingat-mulai-2020-bpjs-kesehatan-kelas-i-ii-naik
Kompas. 2019. Mulai 1 Januari 2020, Iuran BPJS Kesehatan Naik. Artikel diunduh dari https://www.kompas.tv/article/53793/mulai-1-januari-2020-iuran-bpjs-kesehatan-naik

 

 







Share:

Rabu, 18 September 2019

Pengumuman Magang UKMF Penelitian KRISTAL 2019



Hallo selamat malam sobat ekonom! Yang ditunggu-tunggu sudah ada nih🤭

Bagi sobat ekonom yang mendaftar magang di UKMF Penelitian KRISTAL, yuk bisa langsung cek pengumuman di sini
Selamat bagi yang lolos🥳 Dan bagi yang belum, jangan patah semangat ya semoga bisa berkembang dan berproses di tempat lain

PENTING
Kita juga bakal ada temu perdana juga lho, agendakan ya
🗓 Senin, 23 September 2019
🕟 15.30 WIB-akrab
📍 Ruang Ramah Tamah FE UNY

Save the date and see you soon guys

KRISTAL
Bersatu Kita Bisa!
Share:

Kamis, 09 Mei 2019

DIKMA#3 PRODUKSI PANGAN MENURUN, PERLUKAH MENYALAHKAN KONVERSI LAHAN?



Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data pertumbuhan produksi pangan melambat. Hal ini pun mengakibatkan Indonesia berisiko ketergantungan impor.
Tercatat, selama empat tahun berturut-turut pertumbuhan PDB tanaman pangan mengalami perlambatan dari 4,32% di tahun 2015, 2,57% di tahun 2016, 2,31% di tahun 2017, hingga 1,48% di tahun 2018. Bila kondisi itu berlanjut hingga 5 tahun ke depan, maka bisa mengakibatkan RI jadi ketergantungan impor. Pada tahun 2018, bahkan impor beras mencapai 2,25 juta ton atau menjadi yang terbesar sejak tahun 2011.
Penyebab dari produksi pangan menurun ini karena salah satunya berupa konversi lahan pertanian menjadi non-pertanian/industri. Ada yang beranggapan dari sudut pandang bidang pertanian, bahwa konversi lahan ini tidak hanya diubah ke sektor industri, tapi banyak yang ke sektor pariwisata. Jika dilihat saat ini banyak lahan di pegunungan yang beralih menjadi objek wisata yang mana menyebabkan lahan pertanian pada bagian tanah menjadi kekurangan air. Hal ini tentu membuat produksi pangan menurun dan menjadi kurang subur. Namun, ada juga yang berspekulasi bahwa hal ini tidak disebabkan dari konversi lahan, justru dari rantai produksi beras yang siklus pendistribusian yang tidak merata ke setiap wilayah Indonesia dari petani dan tengkulak. Hal ini terkait tingginya harga di pasaran dari pada harga petani langsung itu sendiri.
Di sisi lain, ada yang beranggapan bahwa konversi lahan menjadi sektor non-pertanian ini justru membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya. Sekarang ini banyak bermunculan industri pabrik yang membutuhkan banyak SDM, sehingga dampak kesejahteraan ekonomi masyarakat kian meningkat. Pada akhirnya produksi pangan menurun ini menimbulkan 2 sisi negatif dan positif dengan segala dampaknya.
Sebagai mahasiswa, hal ini sangat baik untuk dikritisi mengingat pengaruhnya terhadap perekonomian negara. Dengan solusi berupa kontrol pada pemerintah dan masyarakat itu sendiri. Sebagai masyarakat yang bijaksana sudah saatnya sadar akan pentingnya menjaga lahan pertanian untuk tidak diubah ke sektor lain demi keberlangsungan pangan Indonesia. Dalam hal ini pemerintah juga turut memberikan penguatan regulasi berupa peraturan penjualan lahan yang seharusnya dikembangkan menjadi sektor pertanian. Ke depan, Indonesia tidak hanya mendapat julukan “Negara Agraris”, namun juga bertanggung jawab atas kekayaan tersebut supaya dapat dikelola dengan optimal guna kesejateraan rakyat Indonesia.

Referensi:
Puti, Yasmin. 2019. Tiap Tahun Produksi Pangan RI Turun Terus. Artikel diunduh dari https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4520268/tiap-tahun-produksi-pangan-ri-turun-terus.
Yanita, Patriella. 2016. Ini Penyebab Mengapa Saat Ini Indonesia Sulit Swasembada Pangan. Artikel ini diunduh dari https://kalimantan.bisnis.com/read/20160923/408/586674/ini-penyebab-mengapa-saat-ini-indonesia-sulit-swasembada-pangan

Sri, Lestari. 2017. Sawah beralih jadi perumahan atau industri mengancam ketahanan pangan. Artikel ini diunduh dari https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41078646

 

Dani, Prabowo. 2018. Setiap Tahun, 200.000 Hektar Lahan Sawah Menyusut. Artikel ini diunduh dari https://properti.kompas.com/read/2018/04/11/160000321/setiap-tahun-200000-hektar-lahan-sawah-menyusut


Share:

Sabtu, 13 April 2019

DIKMA#2
FEBRUARI TERJADI DEFLASI, PERTANDA BAIK/BURUK?
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2019 terjadi deflasi sebesar 0,08% (month of month). Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 1,11 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks adalah: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,31%; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,25%; kelompok sandang sebesar 0,27%; kelompok kesehatan sebesar 0,36%; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,11%; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,05%. (BPS, 2019)
Deflasi mungkin bagi sebagian orang menganggap sebuah pencapain yang baik setelah seringnya terjadi inflasi. Ada yang mengaggap bahwa ini merupakan kondisi yang membanggakan karena tidak terjadi krisis. Namun, tidak selamanya deflasi itu menguntungkan. Ada yang beranggapan bahawa kondisi deflasi saat ini tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi di Indonesia, karena pada umumnya 0,08% merupakan presentase yang sangat kecil untuk saat ini, dan jauh lebih kecil dari kondisi inflasi pada komoditas lain. Ada juga yang mengaggap deflasi lebih karena komoditas lemah, dan impornya lebih banyak dari pada ekspor. Rakyat lebih memilih ekspor karena lebih murah dan kualitas yang terjamin. Pada akhirnya jika ditelusuri lebih dalam, deflasi memang memiliki 2 sisi yang positif dan negatif dengan segala dampaknya.
Sebagai mahasiswa yang cerdas, hal ini sangat baik untuk dikritisi mengingat pengaruhnya terhadap perekonomian negara. Dengan solusi berupa kontrol pada pemerintah dan masyarakat itu sendiri. Dari pemerintah bisa dengan penerapan kebijakan fiskal, serta campur tangan dari bank sentral untuk menurunkan tingkat suku bunga. Tujuannya adalah untuk menambah uang yang beredar di masyarkat. Dengan cara ini maka masyarakat akan mengurungkan niatnya untuk menabung di Bank. Lalu juga bisa dengan menaikkan tarif pajak impor, dengan begitu deflasi akan menurun. Pentingnya selera pasar, menjadikan masyarakat perlu membuat inovasi supaya masyarakat berminat untuk membeli sehingga diharapkan mampu menyeimbangkan permintaan dan penawaran dalam transaksi perekonomian di Indonesia.

Referensi:
Sakina, Rakhma Diah Setiawan. 2019. Februari 2019 Deflasi 0,08 Persen. Diakses 10 Maret 2019,
pada http://ekonomi.kompas.com
Anggraeni, Rina. 2019. BPS Catat Bulan Februari Alami Deflasi 0,08%. Diakses 10 Maret 2019,
Pada http://ekbis.sindonews.com
Anggraeni, Rina. 2019. Penurunan Harga Bahan Makanan Menjadi Penyebab Deflasi. Diakses
pada 11 Maret 2019, pada http:ekbis.sindonews.com
Ardharsyah, Taufik. 2019. Deflasi Februari 2019 Karena Pertamina Turunkan Harga BBM?.
Diakses pada 11 Maret 2019, pada http:cnbc.indonesia.com
Share:

Kamis, 04 April 2019

RnDC Debat Nasional

✨💫✨💫✨💫✨💫✨

*Halo Generasi Millenial* 👋🤓
Teruntuk kalian yang memiliki ide, gagasan, kritik, argumen serta solusi untuk Indonesia..

Pas banget nih..😍 *Ayoo tuangkan argumen kalian semua bersama kami* 🤗

UKMF Penelitian KRISTAL Fakultas Ekonomi UNY *_proudly present_*🎊

*Kompetisi Debat Nasional* sebagai rangkaian acara RnDC (Research and Debate Competition) 2019🎉

*🔰Dengan tema🔰*

*_“Inovasi dan Kreativitas Generasi Millenial Melalui Optimalisasi IPTEK Menuju Indonesia Raksasa Ekonomi 2050”_*

*🔰Sub tema🔰*
💰 Ekonomi
🎓 Pendidikan
⚙ Teknologi
👑 Sosial Budaya
🏖 Pariwisata
🌿 Pertanian
🐄 Peternakan
💊 Kesehatan
💡Energi Terbarukan
💵 Perpajakan

🗓 *Timeline* 🗓
📒Pendaftaran dan Pengumpulan Esai
-Gelombang I : 1–30 April 2019
-Gelombang II: 1 Mei -15 Juni 2019
-Gelombang III: 16 Juni -30 Juli 2019
📣Pengumuman 8 finalis debat: 1 September 2019
🔆 Technical Meeting: 11 Oktober 2019
🗣 *Debate Competition:*
📌Babak penyisihan: 12 Oktober 2019
📌Babak final, Seminar Nasional, dan pengumuman pemenang: 13 Oktober 2019

🏢 Tempat Pelaksanaan: Fakultas Ekonomi UNY

*Hadiah dan Penghargaan*
🥇Juara 1: Rp3.500.000,00 + Trophy + Sertifikat
🥈Juara 2: Rp2.500.000,00 + Trophy + Sertifikat
🥉 Juara 3: Rp1.500.000,00 + Trophy + Sertifikat
📝 Best essay: Uang pembinaan + Plakat + Sertifikat
🎙 Best speaker: Uang Pembinaan + Plakat + Sertifikat

📕Panduan Lomba: Download di ukmfkristal.org

*More information?*
📱 081234027996 (Dian)
📱 085870629581 (Meta)

🔎 *Visit our media social:*
🌐 ukmfkristal.org
📩 feuny.rndc2019@gmail.com
📷 @rndc.kristal
Share:
🔎Teruntuk kalian, wahai generasi penerus bangsa, yang digadang-gadang sebagai _agent of change_ 😆

🎉UKMF PENELITIAN Komunitas Riset dan Penalaran (KRISTAL) FE UNY 😇dengan Penuh Rasa Syukur mempersembahkan:
.
📝Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional
*RnDC (Research and Debate Competition) 2019*

💡Mengusung Tema:
“Inovasi dan Kreativitas Generasi Millenial Melalui Optimalisasi IPTEK Menuju Indonesia Raksasa Ekonomi 2050"

💡Pilih Sub Tema Terbaikmu! :
💰 Ekonomi
⚙ Teknologi
🎓 Pendidikan
👑 Sosial Budaya
🏖 Pariwisata
🌿 Pertanian
🐄 Peternakan
💊 Kesehatan
💡Energi Terbarukan
💵 Perpajakan

📆Jadwal Penting👇
📌Pendaftaran dan pengumpulan abstrak : 1 - 21 April 2019
📌Pengumuman lolos abstrak : 1 Mei 2019
📌Pengumpulan full paper
🔰Gelombang I : 1 – 31 Mei 2019
🔰Gelombang II : 1 Juni - 30 Juli 2019
🔰Gelombang III : 1 - 31 Juli 2019
📌Pengumuman 15 finalis : 1 September 2019
📌Technical meeting: 11 Oktober 2019
📌Presentasi karya: 12 Oktober 2019
📌Seminar nasional dan pengumuman pemenang: 13 Oktober 2019

🏢Tempat Pelaksanaan: Auditorium Fakultas Ekonomi UNY

⚡ *FREE ABSTRAK* ✨

🎁Hadiah
🥇Juara 1: Rp3.500.000,00 + Trophy + Sertifikat
🥈Juara 2: Rp2.500.000,00 + Trophy + Sertifikat
🥉 Juara 3: Rp1.500.000,00 + Trophy + Sertifikat
🏅Juara Harapan 1, 2 dan 3: Uang Pembinaan + Trophy + Sertifikat
🎗Best Implementation: Plakat + Sertifikat
🎤Best Presentation: Plakat + Sertifikat
🔖Best Poster: Plakat + Sertifikat

📒Pandun Lomba: Download di ukmfkristal.org

📱For Further Information:
082331546439 (Saroh)
083874640761 (Gupit)

🔎 *Visit our media social:*
🌐 ukmfkristal.org
📩 feuny.rndc2019@gmail.com
📷 @rndc.kristal
Share:
💌💌💌

Hai Generasi Millenial Indonesia

🧐Tahukah kamu di tahun 2050 Indonesia memiliki tujuan menjadi Negara Raksasa Ekonomi Dunia. Melalui optimalisasi IPTEK, kita dituntut memberikan gagasan yang inovatif dan kreatif guna mencapai tujuan tersebut.

UKMF Penelitian KRISTAL
Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Yogyakarta
dengan bangga mempersembahkan:
🎊 *Research and Debate Competition (RnDC) 2019* 🎊
dengan tema
_"Inovasi dan Kreativitas Generasi Millenial Melalui Optimalisasi IPTEK Menuju Indonesia Raksasa Ekonomi 2050"_

‼ _Menghadirkan serangkaian acara_ ‼
🔔 *Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional*
🔔 *Kompetisi Debat Nasional*
🔔 *Seminar Nasional*

_Save the Date_
📆 11-13 Oktober 2019
🏢Fakultas Ekonomi UNY

🚀 _"Berfikir Cerdas, Bertindak Tegas, Berkarya Tanpa Batas"_

🔎 *Visit our media social:*
🌐 ukmfkristal.org
📩 feuny.rndc2019@gmail.com
📷 @rndc.kristal

#RnDC #LKTIRnDC #DebatRnDC #SemnasRnDC #UKMFKRISTAL #FEUNY #LKTIN #LombaDebat #Semnas
Share:

Rabu, 27 Februari 2019

DIKMA#1 UTANG INDONESIA MELONJAK, PERLUKAH KITA KHAWATIR?

DIKMA#1
UTANG INDONESIA MELONJAK, PERLUKAH KITA KHAWATIR?

Secara tahunan, Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir kuartal IV 2018 tumbuh 6,9 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada akhir kuartal sebelumnya sebesar 4,2 persen (yoy). Peningkatan pertumbuhan Utang Luar Negeri tersebut bersumber dari pertumbuhan Utang Luar Negeri pemerintah maupun Utang Luar Negeri swasta. (https://kompas.com)
Adanya utang yang melonjak tersebut menimbulkan tanggapan dari masyarakat baik positif maupun negatif. Ada yang berpendapat positif bahwa utang dapat dikatakan aman karena masih dibawah 60%  mengacu pada undang-undang. Selain itu sejalan dengan kebutuhan infrastruktur dan kebutuhan produktif lainnya, utang menunjang pesatnya pembangunan sehingga dapat memperlancar laju perekonomian serta dapat meningkatkan pajak (diambil dari tarif jalan tol, dll), dimana pajak merupakan sumbangan terbesar didalam APBN negara.sehinggautang saat ini masih tergolong aman untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang.
Namun disisi lain, anjloknya kurs hingga menyentuh Rp 15.000 per dollar disebabkan perang dagang antara Cina dan Amerika serikat, menyebabkan nominal utang yang tidak sedikit  kian sulit dibayarkan. Faktor inilah yang menyebabkan pelemahan rupiah. Hal ini ini tidak akan sirna dalam jangka pendek, sehingga perlu diwaspadai agar jangan sampai melemahnya kurs rupiah menyebabkan buruknya pembayaranakibat depresiasi kurs rupiah.
Berdasarkan uraian di atas, utang memang memiliki peran yang positif dan negatif. Hal yang terpenting adalah bagaimana menekan dampak negatif tersebut. Sebenarnya utang tidak hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur saja, tetapi banyak hal lain yang juga menggunakan dana utang untuk memberdayakan UMKM sehingga mampu bersaing di dalam negeri maupun kancah internasional. Selain UMKM, pemerintah juga memberikan kredit bagi para startup. Selain itu dana utang juga digunakan untuk meningkatan pendidikan kepada masyarakat supaya kualitas SDM yang baik. Pengelolaan pertanian juga perlu diperhatikan karena seperti yang kita ketahui Indonesia merupakan negara yang kaya akan SDA. Dengan pengelolaan yang tepat, akan menambah devisa negara. Sehingga perlu pemberdayaan di bidang pertanian pula.
          Sebagai agent of change sangat baik untuk mengkritisi peristiwa yang sedang terjadi seperti mengetahui dana utang dialokasikan untuk kegiatan apa saja selain pembangunan infrastruksur. Perlu diketahui bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah pasti mengandung manfaat dan juga resiko, oleh karena itu selain mengkritisi, seorang mahasiswa juga harus ikut serta mencegah resiko dengan cara turut serta membantu pemberdayaan SDM baik melalui pengajaran, maupun sosialisasi kepada masyarakat sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing. Dengan dukungan yang baik dari masyarakat dalam hal ini mahasiswa, dapat turut serta membantu pemerintah mencapai tujuan negara, sehingga kebijakan yang dilaksanakan dapat sukses dan memberi manfaat pada semua pihak.


Referensi:
Pramdia Arhando Julianto.2018.Faisal Basri: Pemerintah Obral Utang, Indonesia Dijajah oleh Pasar diakses 19 Februari 2019, pada http://ekonomi.kompas.com
Pramdia Arhando Julianto.2018.Faisal Basri: Tidak Ada Negara yang Tidak Berutang diakses 19 Februari 2019, pada http://ekonomi.kompas.com
Redaktur Bankapos.2018.Menkeu Sri Mulyani Angkat Bicara Soal Heboh Utang Pemerintah Indonesia diakses 19 Februari 2019, pada http://bangka.tribunnews.com
Lily Rusna Fajriah.2018.Sri Mulyani Menjawab Tudingan Utang yang Membengkak diakses 19 Februari 2019, pada http://ekbis.sindonews.com
Redaktur Merdeka.2017.BBM Jenis Premium Hilang dari 1.094 SPBU Ini Penjelasan Pemerintah, diakses 22 Oktober 2018, pada https://m.merdeka.com/
Erlangga Djumena.2019.Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi 376,8 Miliar Dollar AS. Diakses pada 20 Februari 2019, pada https://ekonomi.kompas.com
Share:

Senin, 25 Februari 2019

Pengumuman Panitia RnDC

📣 PENGUMUMAN PANITIA Research and Debate Competition (RnDC) 2019 📣

File pengumuman dapat di unduh di sini

Jangan lupa hadiri temu perdana pada 2 Maret 2019, info lengkap menyusul ya guys🥰

Segera konfirmasi (PanitiaRnDC_Nama_Sie) ke masing-masing koor👇🏻👇🏻
💡Acara 081273136643
💡Lomba 087838132656
💡Humas 085746494480
💡Perkap 085804541571
💡Sponsorship 0895379763771
💡PDD 08817106031
💡Konsumsi 081280629351
💡Kominfo 082331546439

🔎KRISTAL,
Bersatu Kita Bisa❣
Share:

Senin, 21 Januari 2019

PELANTIKAN ORGANISASI MAHASISWA FE UNY 2019


    Jumat (11/1) telah dilaksanakan Pelantikan Pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Pelantikan ini diikuti oleh Pengurus Inti dan Pengurus Harian (PIPH) dari DPM, BEM, dan UKMF yang ada di FE UNY. Selain itu, pembimbing ormawa dan jajaran dekanat pun hadir dalam acara tersebut.
    Sebanyak 11 PIPH UKMF Penelitian KRISTAL ikut andil dalam acara tersebut, mulai dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan para kepala departemen. Saudara Alam Nusantara sebagai UKMF Penelitian KRISTAL 2019 resmi diberi amanah oleh FE UNY. Hal ini mengacu pada penandatanganan berita acara serah terima jabatan dari ketua lama (Saudari Gea Octaviani; yang diwakilkan oleh Risa Septiani yaitu wakil ketua 2018) kepada ketua baru.
    Selain Alam, seluruh PIPH juga mengucapkan janji saat pelantikan yang dipandu oleh Dekan FE UNY, yaitu Bapak Dr. Sugiharsono, M.Si. Saat memberi sambutan Pak Dekan juga berpesan agar ormawa tidak hanya melaksanakan program kerja dengan baik, tetapi juga berusaha untuk mengukir prestasi baik di tingkat universitas, regional, nasional, maupun internasional.
    "Pelantikan tidak hanya serah terima jabatan, tetapi kita berjanji mengemban amanah untuk satu periode ke depan. Selain itu, kita juga diharapkan mampu menebar kebermanfaatan untuk sesama, khususnya untuk FE UNY; fakultas kita tercinta", ujar Novi salah satu peserta pelantikan.
   Sebelum kegiatan tersebut selesai disampaikan pengalaman kunjungan studi ke universitas di Vietnam oleh Abdullah Abdurrahman Hasan (akuntansi 2016) untuk memotivasi para peserta. Kegiatan ini juga terdapat sesi pemberian piagam penghargaan untuk para ketua ormawa 2018.  Para dosen dan jajaran dekanat juga memberikan selamat baik untuk para PIPH ormawa 2019 dan kegiatan pun diakhiri dengan sesi foto bersama. (Red, NN)
Share:

Jam

Anda Pengunjung Ke-