DEBAT ISU EKONOMI NASIONAL 2018

Peningkatan Peran Pemuda dalam Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Guna Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Berkelanjutan

Call for Essay PPKTI 2018

Ideku untuk Negeri Tercinta

Buka Bersama dan Silatponi

Rajut Ukhuwah Aktivis Kampus dalam Balutan Bulan Ramadhan Bersama DPO dan Alumni KRISTAL

INNOVATION CONTEST 2018

KRISTAL Sukses Mewadahi Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa Indonesia

Kamis, 08 November 2018

ISU KENAIKAN HARGA PERTAMAX SEDANGKAN PERTALITE TETAP


DIKMA #6

ISU KENAIKAN HARGA PERTAMAX SEDANGKAN PERTALITE TETAP


Jakarta, 10 Oktober 2018 harga pertamax resmi naik dari Rp9.500,00 menjadiRp10.400,00 per liter kecuali bagi daerah yang terkena bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah, untuk sementara harga tidak naik. Kenaikan ini merupakan dampak dari kenaikan harga minyak mentah di dunia yang telah menembus 80 dollars per barel (http://makassar.tribunnews.com). Alasan lain kenaikan pertamax  yaitu beban anggaran pemerintah di sektor migas, berdasarkan data BPS terjadi defisit neraca perdagangan migas periode januari sampai september 2018 mencapai USD 9,37 miliar (142 triliun rupiah) terjadi defisit USD 3,81 miliar/ 58 triliun rupiah (https://cnbcindonesia.com).
Gubernur BI Perry Warjiyomenerangkan pengaruh inflasi pada pekan kedua Oktober 2018 sebesar 0,12 persen. Salah satunya ditopang oleh kenaikan harga BBM non-subsidi.Inflasi dari BBM non-subsidi sekitar 0,02 persen (https://cnnindonesia.com/). Kenaikan inflasi ini membuat ekonomi menjadi tumbuh dan memicu masyarakat untuk berinvestasi.
Pemerintah harus mempertimbangkan banyak hal dalam menentukan kebijakan fiskal khususnya mengenai subsidi. Jika menaikan harga pertamax maka akan terjadi kesenjangan harga yang semakin jauh antara harga pertamax dangan pertalite, hal ini sangat memungkinkan terjadinya perpindahan konsumen pertamax menjadi pertalite. Akhirnya hal ini sama saja memberatkan anggaran pemerintah. Disisi lain, jika anggaran pertalite juga dinaikan maka akan berpengaruh pada harga barang dalam negeri dan memungkinkan terjadinya inflasi yang tidak terkendali. Kenaikan harga barang yang disebabkan naiknya harga BBM akan sulit untuk kembali ke harga semula atau turun. Hal ini sangat terasa bagi kesejahteraan masyarakat menengah kebawah.
Apabila harga pertamax tidak dinaikan maka pemerintah akan kesulitan dalam menutup defisit anggaran terlebih harga minyak dunia juga naik. Selain itu fokus penggunaan anggaran pemerintah saat ini ditujukan untuk pembangunan infrastruktur. Jadi kenaikan harga pertamax akan sangat membantu pemerintah.
Pada setiap kebijakan pemerintah pasti ada pro dan kontra, disaat akan menaikan pertamax bisa saja masyarakat menerima, tapi butuh waktu sama seperti menghapus premium di Indonesia. Pemerintah pasti sudah banyak memikirkan dampak dari kebijakan yang telah dibuat baik positif maupun negatif, berdasar analisis para ahli ekonom yang terpercaya. Maka dari itu, sebagai mahasiswa yang harus dilakukan adalah mendukung dan melaksanakan kebijakan pemerintah yang telah ditetapkan dan berpartisipasi aktif apabila mulai terjadi penyimpangan.

Referensi:
Redaktur tribun.2018.Harga Pertamax dan Dex Naik, Harga Premium dan Pertalite Tetap Serta Penjelasan Resmi Pertamina Tahun 2018, diakses 22 Oktober 2018, padahttp://makassar.tribunnews.com
Budiartie, Gustidha & Raditya Hanung. 2018 Sering Jadi Polemik, Ini 3 Faedah Jika Harga BBM Naik, diakses 22 Oktober 2018, padahttps://cnbcindonesia.com
Redaktur CNN Indonesia.2018.Kenaikan Harga Pertamax Dongkrak Inflasi Oktober 0,12 Persen, diakses 22 Oktober 2018, padahttps://cnnindonesia.com/
Redaktur Merdeka.2017.BBM Jenis Premium Hilang dari 1.094 SPBU Ini Penjelasan Pemerintah, diakses 22 Oktober 2018, padahttps://m.merdeka.com/

Share:

OPTIMALISASI SAINS DAN TEKNOLOGI BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI PERAN AKTIF GENERASI MUDA MEWUJUDKAN SDGS 2030 DI INDONESIA


FORKIS #7

OPTIMALISASI SAINS DAN TEKNOLOGI BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI PERAN AKTIF GENERASI MUDA MEWUJUDKAN
SDGS 2030 DI INDONESIA


SDGs berisi 17 tujuan dan 169 target yang merupakan rencana aksi global untuk 15 tahun kedepan (berlaku sejak 2016 hingga 2030), guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berlaku bagi seluruh negara (universal), sehingga seluruh Negara, tanpa kecuali negara maju, memiliki kewajiban moral untuk mencapai tujuan dan target SDGs. Berbeda dari pendahuluannya MDGs, SDGs dirancang dengan melibatkan seluruh sektor pembangunan, baik pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan sebagainya. Kurang lebih 8,5 juta suara warga di seluruh dunia juga berkontribusi terhadap tujuan dan target SDGs (https://www.sdg2030indonesia.org/page/8-apa-itu).
Terkait dengan bidang kesehatan, Menteri Kesehatan memaparkan delapan program baru SDGs untuk pencegahan atau promosi kesehatan. Sudah ada delapan goals sebenarnya yang sudah tercapai sebelumnya, seperti prevalensi malaria, penanggulangan tuberculosis, dan akses air minum layak perkotaan. Selain itu, ada 17 indikator yang menunjukkan perkembangan positif, seperti penurunan balita kurang gizi, angka kematian ibu dan anak dan sebagainya. Kedepan, yang diharapkan goals-nya adalah meningkatkan kesejahteraan (https://m.liputan6.com/helath/read/2400205/kemkes-targetkan-8-program-baru-sdgshingga2030).
Berfokus pada lingkungan, pada tahun 2030 akan meningkatkan kualitas air dengan mengurangi polusi, menghilangkan timbunan sampah serta mengurangi pembuangan bahan kimia berbahaya, dan mengurangi hingga separuh proporsi air limbah yang tidak ditangani serta meningkatkan guna ulang dan daur ulang aman secara global (http:www.sanitasi.or.id).
Tujuan 8 mengenai kerja layak dan pertumbuhan ekonomi. Prioritas ini juga sejalan dengan tema, agenda dan tujuan pembangunan nasional dalam sektor ketenagakerjaan. Pemerintah telah mengeluarkan beberapa paket kebijakan ekonomi yang bertujuan untuk penciptaan kesempatan kerja yang lebih layak bagi semua. Tantangan di masa depan adalah mempertahankan kinerja ekonomi seraya memastikan proses pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan melalui pertumbuhan yang kaya lapangan kerja (https://www.ilo.org/jakarta/info/public/pr/WCMS_451922/lang-en).

Share:

Rabu, 07 November 2018

OPTIMALISASI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0


FORKIS #6

OPTIMALISASI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENGHADAPI
ERA INDUSTRI 4.0



Revolusi industri 4.0 merupakan era terjadinya konektivitas secara nyata antara manusia, mesin, dan data. Bahkan, era ini telah mulai memasuki lini kehidupan masyarakat melalui teknologi-teknologi baru seperti komputasiawan yang sehari-hari telah digunakan oleh masyarakat (Kementerian Perindustrian). Masuknya era industry 4.0 menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Untuk menghadapinya, Presiden Jokowi telah menyusun master plan dengan meresmikan peta jalan atau road map yang disebut Making Indonesia 4.0 (detik Finance, 2018). Indonesia akan berfokus pada lima sektor manufaktur, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, serta industri elektronik.
Masuknya revolusi industri keempat dalam bidang teknologi menekankan kepada integrasi antar alat menggunakan internet dan pemanfaatan big data. Istilah Internet of Things (IoT) menjadi tidak asing lagi dalam era industri 4.0. Apa itu Iot? IoT merupakan alat yang terhubung dengan internet dan saling terintegrasi. Semisal, lampu ruangan yang terkoneksi dengan internet dan bisa terintegrasi dengan smartphone sebagai pengaturannya. IoT sangat erat hubunganya dengan Revolusi Industri 4.0 karena IoT adalah unsur utama dalam Revolusi Inudstri 4.0. IoT berpengaruh dalam berbagai macam industri seperti manufaktur, logistic, kesehatan, tatakota, rumah, pertanian, bahkan industri otomotif. (https://medium.com/@mfrauf/internet-of-things-iot-dalam-revolusi-industri-4-0)
Gelombang revolusi 4.0 tidak dapat terbendung dalam bidang ekonomi. Masyarakat harus mengikuti arus disrupsi digital ini bagaimanapun caranya. Pemerintah Jokowi melakukan sejumlah upaya supaya pertumbuhan ekonomi juga terus meningkat. Menurut Leonard, perekonomian di Indonesia pada 2019 diprediksi akan tumbuh stabil bahkan akan terus membaik, salah satu faktornya karena pertumbuhan ekonomi domestic yang tetap terkendali. Diharapkan daya saing manusia Indonesia akan terus meningkat yang berdampak langsung pada produktifitas tenaga kerja yang ikut meningkat. (https://infobanknews.com/kondisi-ekonomi-baik-modal-ri-menuju-revolusiindustri-4-0)
Bagi perusahaan perubahan tersebut tentuakan sangat menguntungkan, tetapi dari aspek SDM akan membawa dampak yang cukup berbahaya apabila tidak dikelola dengan baik. Penyesuaian kerja manusia menjadi robotic tentunya membawa dampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja yang ada dalam perusahaan. Aktivitas manusia akan banyak yang punah karena telah tergantikan oleh mesin-mesin. Secara culture akan berdampak pada perubahan hubungan dan aktivitas manusia dan atau robot di dalam perusahaan. Hal ini akan menjadi masalah baru bagi perusahaan. Selain perusahaan, negara juga akan menerima dampak era induatri 4.0 tersebut. Potensi meningkatnya jumlah pengangguran, masalah-masalah social akibat pemutusan hubungan kerja dan lainnya.(https://www.kompasiana.com/suparjono/revolusi-industri-4-0-dan-dampakterhadap-sumber-dayamanusia).


Share:

Senin, 01 Oktober 2018

Pro Kontra Pengeluaran Dana Asian Games 2018


DIKMA #5

“Pro dan Kontra Pengeluaran Dana Sebesar 24,21 Triliun untuk Asian Games 2018”


Berita yang saat ini sedang ramai dibicarakan selain pemilu 2019 yaitu pelaksanaan dan bonus atlet Asian Games yang mengeluarkan dana APBN yang cukup besar. Dikutip dari Liputan6.com (6 September 2018) bahwa pelaksanaan Asian Games Jakarta-Palembang menghabiskan dana APBN mencapai 24 triliun rupiah untuk persiapan dan pembangunan besar-besaran dalam rangka menyambut event olahraga terbesar se-Asia ini. Selain itu, bagi atlet Indonesia yang meraih prestasi pada Asian Games 2018 pun mendapat banyak bonus, bagi setiap peraih medali emas nomor perorangan mendapat bonus sebesar Rp 1,5 miliar. Bagi peraih perak sebesar Rp 500 juta, sedangkan peraih perunggu dihadiahi sebesar Rp 250 juta. Indonesia sendiri berhasil memperoleh 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Total, pemerintah menggelontorkan dana Rp 210 miliar untuk bonus atlet dan pelatih Asian Games 2018. Bonus-bonus atlet Asian Games ini telah cair langsung sebelum penutupan Asian Games 2 September 2018.
Disisi lain, saat ini sedang ramai pula perbincangan mengenai tiga layanan kesehatan BPJS, yaitu rehabilitasi medik, persalinan, dan katarak. Hal ini didasarkan pada Implementasi Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Perdirjampelkes) dan penyesuaian anggaran kesehatan. Tiga layanan BPJS tersebut tidak sepenuhnya dicabut tetapi dibatasi anggarannya. Seperti persalinan, rehabilitasi medik atau fisioterapi, dan katarak.
Jika dilihat secara lebih dalam, pengeluaran dana sebesar 24 triliun oleh pemerintah tersebut tidak langsung membebani APBN dalam satu tahun, namun telah dicicil selama 4 tahun sejak 2014 (8 triliun per tahun), selain itu pengeluaran dana besar tersebut pun tidak lantas hilang tanpa bekas, namun terdapat hasil yang nyata berupa pembangunan infrastruktur di Jakarta dan Palembang, mulai dari stadion Jakabaring dan Gelora Bungkarno, bandara, fasilitas jalan raya, pembuatan jembatan layang, wisma atlet, dan fasilitas lainnya yang dapat digunakan jangka panjang. Dilihat lebih lanjut, adanya Asian Games ini juga membawa dampak positif lain seperti Indonesia yang mulai dilirik oleh dunia, setelah pelaksanaan Asian Games pendapatan negara yang berasal dari kunjungan pariwisata oleh warga negara asing ke Indonesia mengalami kenaikan yang sangat signifikan hingga mencapai 6,5juta orang (https://www.jawapos.com/). Hal ini tentu menaikkan devisa negara. Tidak hanya itu, dari segi pendapatan masyarakat domestik pun akan naik jika banyak masyarakat asing yang berlibur dan memanfaatkan layanan baik barang maupun jasa yang ditawarkan masyarakat, mulai dari oleh-oleh, penginapan, tour guide, dan lain sebagainya. Infrastruktur ini juga merupakan investasi Indonesia untuk persiapan menjadi tuan rumah olimpiade ditahun mendatang.
Selain dana yang besar untuk persiapan, pemerintah juga mengeluarkan dana besar untuk bonus untuk para atlet Asian Games yang memperoleh medali menjadi sorotan. Perlakuan pemerintah memberikan dana 210 miliar secara cuma-cuma ini dianggap berlebihan dan boros, jika dibandingkan dana bonus bagi atlet tahun ini dengan tahun lalu memang meningkat drastis dari 400juta menjadi 1,5 miliar untuk medali emas. Padahal jika ditilik dari bonus atlet negara lain, tidak sebesar itu, bahkan bagi Jepang dan China tidak memberikan bonus karena atlet memenangkan kejuaraan termasuk dalam kewajiban bela negara. Berita ini semakin ramai diberitakan karena disisi lain BPJS mengumumkan adanya 3 layanan BPJS yang dibatasi karena keterbatasan anggaran, salah satunya untuk ibu melahirkan yang menimbulkan banyak kontra. Banyak masyarakat menyayangkan penggelontoran dana sebesar ini, sedangkan masih banyak masyarakat Indonesia yang kesulitan finansial, putus sekolah karena biaya, meninggal karena sakit dan tidak mampu membayar biaya pengobatan serta banyak alasan lainnya. Untuk itu mungkin pemberian bonus atlet juga dipertimbangkan dahulu untuk mengeluarkan dana yang sangat besar karena dapat dialokasikan ke hal lainnya, misalnya untuk pengembangan atlet atau infrastruktur, membantu secara sosial untuk masyarakat kurang mampu, menambah biaya untuk menyokong pendidikan, dan lain sebagainya.
              Berdasarkan banyak sisi positif dan negatif di atas, pengeluaran dana Asian Games sebaiknya lebih dipertimbangkan lagi impact jangka panjangnya bagi masyarakat umum, bila untuk pembenahan infrastruktur dan fasilitas umum maka itu baik. Namun, untuk pemberian dana bonus altet dengan nominal besar, perlu dilakukan pertimbangan dan pemikiran ulang agar tidak menimbulkan banyaknya kecemburuan sosial.

Share:

Selasa, 25 September 2018

Sapa Ormawa with UKMP UNY


Merajut Silaturahmi, Meningkatkan Wawasan Organisasi


Pada hari Jumat (14/09/2018) telah dilaksanakan kegiatan Sapa Ormawa pada periode kepengurusan tahun 2018 bersama UKM Penelitian UNY. Kegiatan ini bertempat di Student Center Universitas Negeri Yogyakarta. Acara tersebut merupakan salah satu program kerja rutin setiap tahun dari departemen UKMF KRISTAL yaitu Hubungan Informasi (HI).

Sapa Ormawa merupakan sarana UKMF Penelitian KRISTAL untuk melakukan tukar pikiran, dan berdiskusi dengan organisasi lain. Kegiatan Sapa Ormawa 2018 ini mengambil temaMerajut Silaturahmi, Meningkatkan Wawasan Organisasi”. Diharapkan melalui kegiatan ini pengurus UKMF Penelitian KRISTAL mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat untuk KRISTAL kedepannya dan dapat menjalin silaturahim dengan organisasi lain. Acara ini diikuti oleh 30 orang pengurus KRISTAL dan 15 orang dari UKM Penelitian UNY.

            Kegiatan dimulai dengan sambutan ketua UKMF KRISTAL, Gea Octaviani dan sambutan dari wakil ketua UKMP. Acara selanjutnya adalah perkenalan pengurus dan pemaparan proker dari UKMF Penelitian KRISTAL lalu dilanjut dengan pemaparan profil organisasi UKMP UNY. Setelah itu, dilanjutkan sesi tanya jawab baik dari UKMF KRISTAL maupun UKMP UNY.  Memasuki waktu sholat magrib, acara dilanjutkan dengan istirahat dan sholat sebentar. Setelah itu dilanjutkan kembali dengan DIKMA (Diskusi Mahasiswa) dengan mengambil materi mengenai bonus atlet Asian Games yang mengeluarkan dana APBN cukup besar. Dimana acara ini cukup seru karena baik anggota dari KRISTAL maupun UKMP saling berargumen dan menyampaikan pendapat mengenai isu tersebut.

Acara berakhir dengan pemberian kenang-kenangan dari Ketua UKMP UNY dan Ketua UKMF Penelitian KRISTAL. Selanjutnya dilanjutkan dengan foto bersama seluruh pengurus KRISTAL bersama UKMP Universitas Negeri Yogyakarta.

Share:

Minggu, 23 September 2018

Pengumuman Magang KRISTAL 2018


PENGUMUMAN MAGANG KRISTAL 2018



CONGRATULATION
Selamat malam untuk kalian yang setia menunggu kabar gembira ini.

Kira-kira diterima nggak ya?

Yukkk kalian langsung bisa cek DISINI
Kami selaku pengurus UKMF Penelitian KRISTAL 2018 mengucapkan selamat untuk teman-teman yang diterima!!

Yang belum beruntung jangan berkecil hati, terus mencoba, dan tetap semangat!!

NB:
Segera konfirmasi diterima dan kirim ke CP sesuai departemen kalian
(format: Nama_Prodi)
🌻PSDM 082325702758
🌻PRESMA 085727802839
🌻P2KI 087758976824
🌻HI 085870629581
🌻FORMASI 085712410972

KRISTAL,
Bersatu Kita Bisa‼


Share:

Sabtu, 22 September 2018

Pengumuman DIEN 2018


***ANNOUNCEMENT***


Berdasarkan hasil penilaian dan keputusan dewan juri, kami seluruh panitia mengucapkan selamat kepada  8 tim finalis yang berhasil lolos dalam Debat Isu Ekonomi Nasional (DIEN) 2018.

Terimakasih kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi dalam mengirimkan karyanya.
Kepada tim yang belum berhasil, jangan menyerah dan nantikan DIEN 2019!!

Untuk Daftar Finalis DIEN 2018 dan Panduan Final Debat dapat didownload DISINI

Berikan Argumen Terbaikmu!!
Sampai bertemu di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta

-Debat Isu Ekonomi Nasional 2018-

Share:

Jam

Anda Pengunjung Ke-