INNOVATION CONTEST 2018

Peningkatan Peran Pemuda Melalui Sumber Daya Lokal dalam Pembangunan Sektor Perekonomian Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Pengurus Baru UKMF Penelitian KRISTAL

-Siap Mengemban Amanah Baru di Tahun 2018-

Diskusi Publik Mahasiswa #3

Mengkaji Isu Bahwa Indonesia Tidak Ada Lagi Tahun 2030

Media Club 2018

Learn Design and Realize Your Dream

Senin, 04 Juni 2018

Debat Isu Ekonomi Nasional (DIEN) 2018

DEBAT ISU EKONOMI NASIONAL (DIEN) 2018
-UKMF Penelitian KRISTAL-


"I love argument, I love debate. I don't expect anyone just to sit there and agree with me"
~Margaret Thatcher~

       DIEN atau Debat Isu Ekonomi Nasional merupakan event nasional yang setiap tahunnya diselenggarakan oleh UKMF Penelitian KRISTAL FE UNY. DIEN merupakan wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan argumen dari dua sisi yaitu pro ataupun kontra terhadap isu-isu ekonomi terkini.

DIEN 2018 mengusung tema :
"Peningkatan Peran Pemuda dalam Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Guna Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Berkelanjutan"

Dengan subtema:
1. Pendidikan
    Peningkatan kualitas pendidikan di daerah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal).
2. Ekonomi
    Percepatan pembangunan infrastruktur sebagai strategi perkembangan ekonomi lokal.
3. Maritim
    Optimalisasi potensi ekonomi maritim sebagai salah satu sektor pembangunan di Indonesia.
4. Teknologi
    Inovasi teknologi ramah lingkungan dalam pembangunan ekonomi industri.
5. Sosial dan Budaya
    Kesetaraan gender dalam pemerataan kesejahteraan ekonomi.

 Tanggal Penting:
#04 Juni - 04 Juli 2018
(Pengumpulan Esai Gelombang I)
#05 Juli - 01 September 2018
 (Pengumpulan Esai Gelombang II)
#22 September 2018
(Pengumuman Finalis Debat)
#12 Oktober 2018
(Technical Meeting DIEN 2018)
#13 Oktober 2018
(Pelaksanaan Debat dan Malam Apresiasi)

Panduan, Formulir Pendaftaran dan Lembar Orisinalitas DIEN 2018 dapat di download DISINI

 More Information:
087758976824 (Okta)
082332556062 (Christia)

Visit our social media:
Email : feuny.dien@gmail.com
Instagram : @feuny.dien
Twitter : @feuny_dien
Facebook : UKMF KRISTAL FE UNY

Share:

Sabtu, 02 Juni 2018

Peningkatan Peran Pemuda Guna Mewujudkan Indonesia Emas Dan Berdaya Saing Global


FORKIS #4

"Peningkatan Peran Pemuda Guna Mewujudkan Indonesia Emas Dan Berdaya Saing Global"



Salam Pemuda ! Salam Cendekia Bangsa!
Peran mahasiswa dan pemuda sangat dibutuhkan saat ini untuk mengatasi berbagai permasalahan di Indonesia. Perlu diketahui tepat 100 tahun Indonesia merdeka atau biasa disebut sebagai Indonesia emas diharapkan Indonesia mampu meningkatkan kemajuan serta menjadi bangsa yang berdaya saing global. Namun, masih banyak masalah yang ditemui di Indonesia seperti masalah pendidikan, ekonomi, kewirausahaan, teknologi, dan sosial budaya.
Dalam kaitannya dengan masalah pendidikan yang dilansir dari Kabar24-Bisnis.com pada 30 Mei 2018, Mendikbud menegaskan tahun ini merupakan tahun pembenahan pendidikan karena kompleknya permasalahan pada bidang tersebut yang perlu penanganan segera. Tahun ini diharapkan mulai untuk melakukan pembenahan. Tahun ini difokuskan untuk menangani masalah-masalah pendidikan. Permasalahan yang dimaksud diantaranya ketimpangan pendidikan di Indonesia, masih banyak daerah tertinggal di negeri ini yang masih perlu sentuhan langsung. Permasalahan lain yaitu mengenai kebijakan, model pendidikan, hingga kurikulum yang digunakan. Masyarakat memiliki pemikiran yang selalu menyeragamkan kemampuan seorang siswa. Segi kebijakan, misalnya kebijakan yang diterapkan saat ini masih memiliki celah kesalahan. Salah satunya terkait beban kerja guru yang sangat tidak masuk akal. Peraturan lama menyebutkan guru memiliki beban kerja 24 jam selama sepekan, hanya dihitung saat dia melakukan tatap muka di dalam kelas. Sementara jika tidak melakukan aktivitas mengajar di depan kelas dinyatakan tidak bekerja sehingga tak heran jika banyak guru pulang pergi sesuai jadwal mengajarnya dan memilih tidak berdiam diri di sekolah. Presiden Jokowi menginstruksikan penerapan pendidikan karakter, sehingga sangat dibutuhkan peran guru untuk tetap berdiam di sekolah memberi pendampingan pada siswa. Masalah kedua yaitu penerapan kurikulum yang diseragamkan tanpa mengetahui kebutuhan siswanya. Masalah ketiga sumber daya guru. Saat ini ada 760.000 tenaga guru honorer di sekolah negeri. Di sisi lain banyak pensiunan akan tetapi pengangkatan guru kurang.
Dalam kaitannya dengan masalah ekonomi Indonesia yang dilansir dari Detikfinance periode 07 Mei 2018, pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat dari 5,01% ke 5,06%. Laju pertumbuhan ekonomi diwarnai dengan kondisi ekonomi dunia yang juga mengalami peningkatan. Hal lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu peningkatan harga komoditas migas dan non  migas. Non migas seperti beras, gandum, hingga pertambangan.
Masalah kewirausahaan Indonesia berdasarkan berita dari Sindonews.com pada 23 November 2004, dinyatakan bahwa keberhasilan di bidang ekonomi pada kenyataannya belum diimbangi pertumbuhan wirausaha. Masalah tersebut karena pertama, populasi wirausaha di Indonesia baru mencapai 1,65% dari jumlah penduduk. Kedua, dalam hal kesehatan ekosistem kewirausahaan, Indonesia menemptai peringkat ke 68 dari 121 negara di dunia. Ketiga, berdasarkan The E&Y G20 Entrepreneurship Barometer 2013, Indonesia di antara negara-negara G20 termasuk dalam kelompok negara yang memiliki rangking terendah dalam ekosistem kewirausahaan.
Masalah teknologi Indonesia berdasarkan berita Kompas.com pada 3 Mei 2018 menyatakan bahwa Indonesia merupakan penikmat pusatnya kemajuan teknologi internet. Namun, industri telekomunikasi yang menjadi tulang punggung layanan internet justru dianggap jalan di tempat. Seiring pemerintah menggenjot penetrasi internet harusnya diimbangi dengan kenaikan industri, namun malah sebaliknya yang paling menikmati adalah industri luar negeri. Mereka mengekspor berbagai peralatan telekomunikasi ke Indonesia sesuai kebutuhan, mulai dari perangkat jaringan hingga smartphone. Lapangan pekerjaan terkait teknologi lebih berkembang di luar negeri, di Indonesia malah kurang. Harusnya ada keseimbangan antara perkembangan teknologi dengan industri.
Masalah sosial budaya Indonesia yaitu hingga saat ini adalah isu SARA yang menjadi masalah darurat karena mengancam kesatuan dan persatuan Indonesia. Banyaknya orang yang tidak bertanggung jawab yang menyinggung SARA mengakibatkan masyarakat yang geram dan mudah terprovokasi. Isu SARA menjadi kekuatan untuk memecah belah dan menjatuhkan pemerintah demi kekuasaan. Isu SARA diperalat untuk kebutuhan politik sehingga berdampak pada banyak yang terintimidasi dalam menyampaikan pendapat. Selain itu masalah kemiskinan yang semakin meningkat namun korupsi oleh pejabat juga meningkat. Bahkan dana bantuan sosial untuk rakyat kurang mampu, biaya penangganan bencana alam, biaya pendidikan dan kesehatan juga dikorupsi.

Share:

SILATURAHMI DPO DAN ALUMNI DALAM BUKA PUASA BERSAMA UKMF PENELITIAN KRISTAL 2018


SILATURAHMI DPO DAN ALUMNI DALAM BUKA PUASA BERSAMA UKMF PENELITIAN KRISTAL 2018



“Ada dua kaki yang sangat disukai Allah, yaitu kaki yang dilangkahkan untuk menunaikan sholat fardhu dan kaki yang dilangkahkan untuk silaturrahim”-Al Hadist

            Senin (28/05/2018), UKMF Penelitian KRISTAL mengadakan agenda yang diselenggarakan setiap tahunnya yaitu acara Buka Puasa Bersama serta Silaturahmi Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) dan Alumni yang bertempat di Ramah Tamah Fakultas Ekonomi UNY. 

         Sharing dengan DPO dan Alumni

       Acara Buka Puasa Bersama merupakan Program Kerja dari Departemen PSDM. Sedangkan Silaturahmi DPO dan Alumni adalah Program Kerja dari Departemen HI. Proker kolaborasi ini mengangkat tema “Rajut Ukhuwah Aktivis Kampus dalam Balutan Bulan Ramadhan”. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin  silaturrahmi antara pengurus bersama DPO dan Alumni UKMF Penelitian KRISTAL. Tidak hanya buka puasa bersama tetapi juga terlaksanan sharing dari DPO dan Alumni untuk menambah pengalaman dan pengetahuan. DPO dan Alumni membagikan cerita tentang masa-masa selama menjadi pengurus UKMF Penelitian KRISTAL. Dalam acara ini, DPO dan Alumni menyampaikan pesan untuk seluruh pengurus agar bisa membawa KRISTAL lebih baik lagi kedepannya.
Kegiatan ini dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan tilawah yang dibacakan oleh Farhan Al Faradise (Staf Formasi UKMF Penelitian KRISTAL). Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dari Saudari Gea Octaviani (Ketua UKMF Penelitian KRISTAL) dan sharing dari DPO dan Alumni yang dibawakan dipandu oleh Fajar Indra Prasetyo selaku ketua DPO. Setelah itu disampaikan ceramah menjelang buka puasa oleh Ustad Sigit. Acara dilanjutkan dengan Sholat Maghrib bersama dan makan bersama. Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan memberi kesan yang berharga untuk seluruh pengurus, DPO dan Alumni UKMF Penelitian KRISTAL.

Share:

Jumat, 18 Mei 2018

Panitia Debat Isu Ekonomi Nasional (DIEN) 2018


PENGUMUMAN

PANITIA DEBAT ISU EKONOMI NASIONAL (DIEN) 2018



Hai Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNY!!!

Bagi kalian yang telah mengikuti seleksi Kepanitiaan Debat Isu Ekonomi Nasional (DIEN) 2018.

Pengumuman dapat didownload DISINI

Selamat Bagi kalian yang lolos seleksi,
Selamat Bergabung di Kepanitiaan DIEN 2018, kami tunggu kontribusi terbaik kalian.

Bagi kalian yang belum lolos, tetap semangat dan teruslah berkontribusi dalam kegiatan lain!!

Dan bagi kalian yang lolos seleksi, jangan lupa hadiri Temu Perdana yang akan dilaksanakan pada:
Hari                        : Sabtu, 19 Mei 2018
Jam                        : 08.00 WIB
Tempat                   : Rektorat UNY

#DIEN 2018 #UKMFKRISTAL #BERSATUKITABISA

Share:

Kamis, 10 Mei 2018

Pengaruh Inovasi dan Strategi Generasi Milenial dalam Perkembangan Pereknomian Indonesia


PRESS RELEASE FORKIS 3

Pengaruh Inovasi dan Strategi Generasi Milenial dalam Perkembangan Pereknomian Indonesia


Salam muda ! Salam cendikia bangsa !
Mahasiswa merupakan penerus estafet perjuangan bangsa dalam melaksanakan pembangunan di berbagai bidang  guna memajukan peradaban bangsa...
Maka dari itu sebagai generasi muda sudah semestinya kita bersikap cermat dan juga berpikir kritis dalam menanggapi problematika-problematika global di masyarakat dalam ruang lingkup Ekonomi, Sosial Budaya, Hukum dan Politik, Teknologi serta bidang Pertanian.
Dalam ruang lingkup Ekonomi forkis pada agenda kali ini mengulas sumbangsih mahasiswa dalam berkontribusi pada perekonomian bangsa guna mewujudkan kesejahteraan di masyarakat dengan mulai menggerakkan ekonomi kerakyatan serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dimasyarakat, serta proaktif terhadap koperasi guna mewujudkan kesejahteraan bangsa dengan bergabung didalamnya dan memperbaiki sistem yang ada.
Pada sektor Sosial Budaya kita mengulas metode untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap kearifan lokal dan kebudayaan melalui penanaman edukasi nilai-nilai budaya bangsa didalam pembelajaran di ranah pendidikan sebagai basis edukasi untuk memperkenalkan budaya bangsa kepada peserta didik guna menumbuhkan rasa cinta pada nilai budaya bangsa.
Di ranah Hukum dan Politik, generasi muda harus bersikap kritis terhadap pergerakan organisasi di masyarakat karena ada suatu gerakan seporadis yang bertujuan mengganti ideologi pancasila sehingga dapat memicu perpecahan di Indonesia.
Pada bidang Teknologi kami mengulas pemanfaatan teknologi evaluasi kinerja guru secara online oleh murid dengan pemberian rating secara kumulatif sehingga kinerja pendidik dapat diketahui secara objektif guna menunjang kompetensi professionalitas guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Di bidang Pertanian, sebagai negara agraris kita mengulas metode pertanian produktif guna menunjang kompetensi petani dalam menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif dari langkah pemilihan bibit, penanaman dan metode panen serta metode distribusi.
Share:

Rabu, 09 Mei 2018

KRISTAL SUKSES MEWADAHI INOVASI DAN KREATIVITAS MAHASISWA INDONESIA


KRISTAL FE UNY SUKSES MEWADAHI INOVASI DAN KREATIVITAS MAHASISWA INDONESIA

       Empatrangkaian puncak acara Innovation Contest (ICON) 2018 sukses diselenggarakan oleh KRISTAL FE UNY pada 3–5 Mei 2018 lalu. Dimulai sejak Maret 2018 dalam pengumpulan paper, akhirnya KRISTAL berhasil menghadirkan 15 tim terbaik. Kelima belas tim tersebut adalah 2 tim Universitas Diponegoro, 2 tim Institut Teknologi Sepuluh November, 2 tim Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, UniversitasUdayana, Universitas Negeri Makasar, Universitas Tanjungpura, Universitas Trunojoyo, Politeknik Negeri Banyuwangi, PKN STAN, Universitas Jenderal Soedirman, dan Institut Pertanian Bogor.
       Pada Kamis (3/05) lalu, 15 tim berhasil dihadirkan dalam Technical Meeting di Ruang Ramah Tamah FE UNY untuk berdiskusi dan menghasilkan kesepakatan berupa ketentuan-ketentuan presentasi karya. Bertempat di Auditorium FE UNY, pada hari berikutnya, Jumat (4/05), kelima belas tim seru beradu intelektualitas di hadapan tiga juri, yakni Bapak Ari Akbar Devananta (MITI KM), Bapak Lukman Yoga Suryawan, S.Si (Analisis Pengembangan Program Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta), dan Bapak Ahmad Chafid Alwi, S.Pd., M.Pd (Dosen Fakultas Ekonomi).
       Rangkaian acara ICON 2018 ketiga adalah PPKTI (Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah). Mengusung tema Optimalisasi Potensi Mahasiswa Melalui Kepenulisan untuk Membentuk Insan yang Kontributif dan Prestatif, PPKTI ini menghadirkan 2 narasumber yang berpengalaman dalam bidang kepenulisan yaitu Rifaldy Fajar (Mawapres UNY 2017) dan Astika Nurwidyawati (LPDP awardee University of Edinburgh, United Kingdom). Keduanya merupakan mahasiswa dan alumni Universitas Negeri Yogyakarta. Narasumber pertama memaparkan materi mengenai kepenulisan esai lomba dan narasumber kedua memaparkan materi mengenai esai dan tips untuk mengajukan beasiswa LPDP. PPKTI ini merupakan  kelanjutan dari PPKTI pertama yang diselenggarakan pada tanggal 23 Maret 2018 dan sekaligus ditutup dengan mengumumkan juara LKTIN ICON 2018 sekaligus memberikan hadiah serta penghargaan.
       Tim yang berhasil keluar menjadi juara adalah Universitas Negeri Yogyakarta dengan ketua Ria Oktaviani (Juara 1), Universitas Dipenogoro dengan ketua Fathin Syafira (Juara 2), Universitas Gadjah Mada (Juara 3), Institut Teknologi sepuluh November dengan ketua Alfian Muhammad Reza (Juara Harapan 1), PKN STAN (Juara Harapan 2), dan Universitas Udayana (Juara Harapan 3). Adapun Best Presentation berhasil diraih oleh tim dari Universitas Gadjah Mada, penghargaan Best Implementation berhasil disandang tim dari Universitas Diponogoro dan Best Poster diraih oleh PKN STAN.
       Rangkaian keempat kegiatan ICON 2018 adalah Fieldtrip. Kegiatan ini berupa kunjungan ke wisata Benteng Vredeburg dan wisata malioboro. Tentunya kegiatan ini dilakukan agar semua finalis dapat lebih mengenal wisata yang ada di Jogja dan dapat lebih dekat dengan finalis yang lain.
       Melalui rangkaian acara ICON 2018 yang berhasil dilaksanakan, harapannya mahasiswa Indonesia, baik yang mendapatkan juara maupun belum, dapat menjadi inovator muda yang menyumbangkan kontribusinya pada Indonesia melalui ide-ide kreatif dan inovatif. Sukses kepada juara-juara ICON 2018. Nantikan ICON 2019 mendatang!

Share:

Rabu, 25 April 2018

POLEMIK PROGRAM STUDENT LOAN


DIKMA #4
POLEMIK PROGRAM STUDENT LOAN


              Pemerintah baru saja mewacanakan peluncuran program kredit pendidikan bagi mahasiswa S1 hingga S3. Program ini bertujuan untuk mengubah mindset masyarakat terhadap pinjaman yang awalnya untuk konsumtif dialokasikan ke investasi melalui pendidikan. Bersama dengan perbankan, pemerintah memberi kredit maksimal 200 juta selama lima tahun yang biasa disebut dengan student loan. Program ini menimbulkan impact postif dan negatif dalam bidang pendidikan maupun ekonomi dan juga menimbulkan berbagai reaksi dari mahasiswa. Berikut adalah pembahasan secara rinci dampak program student loan serta pro-kontra terhadap usulan program ini.
              Indonesia sudah pernah menjalankan program student loan di tahun 1980-an lalu. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir yang menjadi salah satu penerima student loan menceritakan bahwa program itu efektif membantu mahasiswa tingkat akhir yang sudah tidak dibiayai oleh orangtuanya. Pemberian student loan akan membantu meringankan beban orangtua yang ingin menyekolahkan anak-anaknya karena zaman sekarang biaya pendidikan itu sangat mahal.Terlebih pendidikan merupakan kebutuhan dasar. Pendidikan sangat penting utuk meningkatkan kompetensi dalam persaingan terlebih di era MEA dan globalisasi. Selain itu, dengan adanya pinjaman pendidikan akan menciptakan lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi, karena student loan akan motivasi mahasiswa untuk belajar serta bertanggungjawab terhadap uang yang dipinjamkan.
              Pada tahun 2050 Indonesia akan mengalami bonus demografi yang artinya semakin banyak usia produktif yang akan menempuh pendidikan tinggi. Namun, dana dari APBN sejumlah 20% tersebut tidak mampu mengakomodasi biaya pendidikan tersebut. Berdasarkan survei oleh Higher Education Leadership and Management tahun 2012 mereka mengemukakan sumber pendapatan mayoritas mahasiswa dari orang tua sebesar 88,16 persen dan beasiswa 4,6 persen. Jika kebutuhan biaya kuliah sudah tidak sanggup dibayar maka orang tua akan melakukan pinjaman dengan presentase meminjam saudara adalah 32%, bank 28%, dan pegadaian 13%. Jika dibandingkan besaran bunga antara student loan dengan pinjaman bank cukup jauh, bunga student loan sekitar 6,5% sedangkan perbankan bisa mencapai 9%.
              Disisi lain, jika mahasiswa menggunakan student loan, nantinya setelah lulus para mahasiswa diharuskan membayar seluruh utang termasuk bunganya. Hal ini akan menekan mahasiswa yang lulus dengan keharusan membayar utang dalam jumlah banyak. Beruntung jika mahasiswa tersebut mendapat pekerjaan yang layak, bagaimana jika para sarjana tersebut justru menganggur karena lapangan kerja yang ada sangat sedikit dan yang mendaftar sangat banyak. Walaupun saat ini pemerintah sedang menggalakkan UMKM yang terus bertambah, tetapi kebanyakan UMKM masih rintisan dan skalanya pun tidak besar sehingga rekrutmen pekerja juga masih kecil jumlahnya. Selain itu terdapat pekerja asing yang juga meramaikan persaingan kerja di Indonesia. Para lulusan tersebut akan terlilit hutang yang semakin banyak dan bisa terjadi kredit macet.
              Student Loan dapat mengindikasikan pemerintah melepaskan diri dari tanggung jawabnya sebagai pengurus rakyat. Dengan Student Loan dari perbankan yang menggunakan sistem bunga, hubungan pemimpin dengan rakyat seolah-olah seperti hubungan pedagang dan pembeli, yang berlaku adalah prinsip hitung dagang bukan pengurusan. Menurut pandangan agama terutama islam, pendidikan adalah hak kolektif rakyat yang wajib dipenuhi oleh para pemimpin (terdapat dalam hadist riwayat bukhari-muslim). Selain itu dilihat dari sisi bunga yang digunakan program student loan mengandung riba yang haram. Student loan juga melanggar prinsip suka sama suka dalam transaksi atau perjanjian, diperbolehkan bank mengambil untung dalam memberikan bantuan pembiayaan, namun dari akad-nya harus dilakukan atas kesepakatan kedua pihak di awal, tidak bertambah terus menerus juga tidak langsung dipatok 6,5%.
Berdasarkan data, student loan telah diterapkan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris, Jepang dan Selandia Baru. Jika dilihat student loan diterapkan di negara-negara maju baik ekonomi maupun pendidikan. Berdasar survei Chapman dan Lounkaew menunjukkan bahwa perbandingan tingkat gagal bayar pada empat negara yaitu: Amerika Serikat, Kanada, Thailand, dan Malaysia, menunjukkan persentase masing-masing 14,7%, 13%, 53% dan 49%. Di Amerika Serikat (AS) sendiri, peningkatan anggaran student loan berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi. Dalam laporan The Fed New York, pada akhir 2017, pinjaman pendidikan di AS sudah mencapai US$ 1,38 triliun atau setara 17.888 triliun rupiah. Dimana 11% diantaranya mengalami penunggakan pembayaran cicilan hingga 90 hari dan ada beberapa yang lebih lama lagi.
              Berdasarkan banyak sisi positif dan negatif di atas, penerapan student loan perlu dikaji lagi lebih dalam dari berbagai sisi, mulai dari ekonomi, pendidikan, psikologis mahasiswa, serta faktor lainnya. Salah satu hal yang perlu dikaji mengenai kerjasama penerapan pinjaman pendidikan dengan perbankan, sebab Indenesia merupakan negara dengan perekonomian kerakyatan bukan kapitalis. Jika pendidikan yang merupakan hak dasar dikendaikan oleh swasta maka pendidikan nantinya dikhawatirkan akan menjadi lahan untuk memperoleh laba. Perlu pula kesiapan penyediaan lapangan kerja yang mencukupi, agar tidak ada kredit macet yang memberatkan mahasiswa.

Sumber :
Ardiansyah,M.2018. Student Loan Menakar Pendidikan dengan Hitung Dagang, diakses 16 April 2018 pukul 21.00 WIB pada https://www.islampos.com/
Malia,Indiana.2018. Kredit Pendidikan Jadi 'Jebakan' Mahasiswa? Ini Kata Pakar Pendidikan, diakses 16 April 2018 pukul 21.00WIB pada https://news.idntimes.com/
Sebayang, Rehia.2018. The Fed: 'Student Loan' Bisa Hambat Pertumbuhan Ekonomi, diakses 19 April 2018 pada https://www.cnbcindonesia.com/
Putera, Andri Donnal. 2018. Ini Kriteria Penerima "Student Loan" yang Disarankan Perencana Keuangan, diakses 19 April 2018 pada https://ekonomi.kompas.com/
Putera, Andri Donnal. 2018. Soal "Student Loan", Ini Kata Perencana Keuangan, diakses 19 April 2018 pada https://ekonomi.kompas.com/
Fadzilah, Fara Fahira Dwi. 2018. STUDENT LOAN SEBAGAI PRODUK INDUSTRI PENDIDIKAN KAPITAL, diakses 24 April 2018 pukul 07.20WIB pada https://himahiunhas.org/
Redaktur Kompasiana. 2018. Sistem Pinjaman Pendidikan (Student Loan), Tidak Cocok untuk Indonesia?, diakses 24 April 2018 pukul 07.20WIB pada https://www.kompasiana.com/




Share:

Kamis, 19 April 2018

PENGUMUMAN LOLOS FULLPAPER ICON 2018


PENGUMUMAN LOLOS FULLPAPER INNOVATION CONTEST (ICON) 2018


Berdasarkan hasil penilaian dan keputusan dewan juri, kami seluruh panitia mengucapkan selamat kepada 15 tim finalis yang berhasil lolos ke babak final (presentasi) Innovation Contest (ICON) 2018 

Terima kasih kepada seluruh tim yang telah mengirimkan karyanya
Kepada tim yang belum berkesempatan untuk memasuki babak final, jangan menyerah  dan tetap semangat karena sebuah karya tidak ada yang sia-sia dan pasti akan bermanfaat

Kami tunggu karya kalian selanjutnya di ICON 2019! 

Daftar dan panduan finalis dapat didownload pada link berikut ini à KLIK DISINI

Sampai bertemu di Fakultas Ekonomi UNY
“Be Brave, Be Smart, and Be Innovative Youth❗❗”
#ICON2018

Share:

Selasa, 10 April 2018

Mengkaji Isu Bahwa Indonesia Tidak Ada Lagi Tahun 2030


DIKMA #3

“Mengkaji Isu Bahwa Indonesia Tidak Ada Lagi Tahun 2030”


Pernyataan yang dikemukakan Prabowo dalam pidatonya mengenai Indonesia tidak ada lagi 2030 menimbulkan banyak pro dan kontra. Ada yang mengatakan mungkin bisa benar-benar terjadi dan ada pula yang menyanggah serta mengatakan bahwa pernyataan beliau kurang kuat karena tidak menyebutkan data secara kongkrit, justru beredar isu bahwa pernyataan tersebut diambil dari novel Ghost Fleet: A Novel of The Next World War. Berikut adalah beberapa pendapat dan fakta keadaan Indonesia saat ini.
Sampai saat ini, Indonesia terus memperbaiki diri dari tahun ke tahun. Perekonomian dan pendidikan Indonesia sudah lebih baik dari pada masa orde baru, dilihat dari kebebasan berekspresi dan menyalurkan kreativitasnya. Masyarakat Indonesia juga memiliki kekayaan alam serta kreativitas yang tinggi untuk dikembangkan dalam usaha guna meningkatkan perekonomian. Namun, saat ini yang terjadi justru sumber daya Indonesia dikuasai oleh pihak asing, contoh nyatanya adalah PT. Freeport Indonesia yang telah beroperasi sejak 1967 mengeruk kekayaan emas dan tembaga. Hingga tahun 2017, Indonesia hanya memegang kurang dari 10% saham Freeport. Namun saat ini pemerintah Indonesia sedang berusaha mendapatkan 51% saham Freeport dan menyerahkannya kepada Pemerintah Kabupaten Mimika sebesar 10% jika berhasil, dengan syarat terjadinya perpanjangan kontrak Freeport di Indonesia. Kontrak Freeport seharusnya berakhir pada 2021. Sorotan lain yang perlu diperhatikan yaitu terjadinya privatisasi BUMN, dimana cabang-cabang ekonomi vital tidak lagi dikuasai sepenuhnya oleh negara namun saat ini diswastakan.
Berdasarkan survei dari keuangan Swiss (Credit Suisse) bahwa Indonesia termasuk negara dengan perekonomian timpang terbesar nomor 4 di dunia setelah Rusia, India, dan Thailand. Ketimpangan ini terjadinya karena penguasaan kekayaan nasional yang saat ini hanya dikuasai 1% dari masyarakat golongan tertentu. Sebetulnya, jika ditilik dari gini ratio (rasio yang menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan secara menyeluruh) sudah terjadi peningkatan dari 0,41% menjadi 0,391% yang artinya pemerataan ekonomi semakin membaik.

Sumber : Credit Suisse dan BPS

Dilihat dari segi hutang negara, Indonesia memiliki utang luar negeri mencapai 3.706,5 triliun. Tentu sangat dimungkinkan akan bertambah karena pemerintah sedang menggalakkan banyak program seperti dana desa (tiap desa diberi dana hingga 800juta), Program Keluarga Harapan (PKH), Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas), Program Indonesia Pintar (PIP) dan bantuan lainnya. Sebenarnya, utang negara itu bukan menjadi masalah jika digunakan untuk hal yang produktif. Pemerintahan pada masa Susilo Bambang Yudhoyono memiliki utang yang lebih kecil dari pemerintahan Joko Widodo, tetapi dilihat dari keefektifan dalam penggunaannya sangat berbeda. Pada zaman SBY, uang negara digunakan untuk pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT), subsidi BBM dan lain sebagainya. Kebanyakan program ini hanya menolong serta membuat masyarakat menjadi ketergantungan. Berbeda dengan pemerintahan Jokowi yang mengembangkan desa melalui dana desa, perbaikan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, dan lain sebagainya yang dampaknya baru dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Jika utang tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur yang membantu produksi maka biaya produksi akan turun dan harga barang dipasaran juga akan turun. Penurunan harga ini akan memicu terjadinya konsumsi tinggi dan produsen juga akan terpacu berproduksi lebih banyak akibat adanya kenaikan permintaan. Selain itu, debt ratio (rasio antara utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto) Indonesia masih dalam batas aman, yaitu sebesar 27%. Ambang batas sebagaimana diatur dalam pasal 12 UU No.17/2003 yaitu 60%. Jika ditilik kembali, meskipun Indonesia memiliki hutang Rp3.706,5 triliun, masih dikatakan aman dan sehat jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang memiliki utang sangat besar. Contohnya Jepang yang memiliki utang hingga Rp143.000 triliun dan debt ratio mencapai 227,2%, Singapura yang memiliki utang hingga Rp743.000 triliun dengan debt ratio 105,5%, bahkan Amerika Serikat memiliki total utang Rp170.000 triliun dengan debt ratio 101,5%. Namun, sebenarnya nilai ini tidak dapat dijadikan acuan karena sistem perekonomiannya sangat berbeda. Perekonomian Indonesia ditopang dari konsumsi (baik pemerintah maupun rumah tangga) sebesar 50%, sedangkan di negara maju penopang perekonomian mengandalkan produksi. Untuk mengubah penopang perekonomian menjadi produksi, saat ini pemerintah sedang menggalakkan pembangunan infrastruktur dan UMKM.
Sebenarnya, pernyataan Indonesia akan bubar tahun 2030 bisa jadi benar ataupun sebaliknya. Pada tahun 2030, di Indonesia akan terjadi bonus demografi artinya jumlah penduduk usia produktif akan naik, jika bonus demografi ini tidak dimanfaatkan dengan baik maka sangat mungkin Indonesia tidak ada lagi tahun 2030 tetapi jika bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan perekonomian Indonesia justru bisa menjadi negara dengan perekonomian terkuat. Seperti prediksi dari PricewaterhouseCoopers (Lembaga audit dan konsultan profesional) menyebutkan bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia melewati Brazil, Rusia, dan Jerman. Dengan dukungan demografis dan produktivitas sebagai penggerak pertumbuhan, ekonomi RI akan menembus peringkat 4 di dunia pada 2050.  Lalu menurut McKinsey&Company dalam tajuk The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential (2012) memperkirakan pada 2030 perekonomian Indonesia akan stabil dengan urutan ketujuh di dunia. Menurut OECD dalam The Ocean Economy in 2030, Indonesia menjadi urutan ketiga setelah China dan India.
Sumber :Kata Data, World Bank, IMF

Sumber Referensi:
Redakur Kompas.2018.Prabowo Ungkap Pidatonya Soal Indonesia Bubar Tahun 2030 atas Kajian Ahli Intelijen, diakses 6April 2018 pada https://nasional.kompas.com/
Redaktur iNews.2018.Benarkah Indonesia Bubar 2030 Hasil Riset Buktikan Sebaliknya, diakses 6 April 2018 pada https://www.inews.id/
Muzayyin, Arif Hulwan.2018.Indonesia Bubar 2030 Versi Prabowo dan Warning Oposisi, diakses 6 April 2018 pada https://m.cnnindonesia.com/
Redaktur Tribun News.2018.Banyak Kontra Pidato Prabowo Indonesia Bubar 2030, Tito Karnavian & Gatot Nurmantyo Tanggapi Posistif, diakses 6 April 2018 pada http://video.tribunnews.com/
Ibrahim, Gibran Maulana.2018.Soal Indonesia Bubar 2030, Gerindra Tak Percaya Prabowo Kutip Novel, diakses 6 April 2018 pada https://m.detik.com/
Yuliawati.2016.Riwayat Freeport Memburu Harta Karun di Papua, diakses 7 April 2018 pada https://www.cnnindonesia.com/
Redaktur.2017.Ketimpangan Ekonomi Indonesia Peringkat 4, diakses 7 April 2018 pada https://katadata.co.id/infografik/
Redaktur.2016.Utang Pemerintah Jokowi Rp 3.089 Triliun, Menkeu: Kenapa Perlu Berutang? Tanya Warung Sebelah, diakses 7 April 2018 pada https://www.kaskus.co.id/
Miftakhul.2017.Sarjana Menganggur Semakin Banyak, diakses 7 April 2018 pada https://www.jawapos.com/
Redaktur.2018.2030, Ekonomi RI Terbesar Kelima Dunia, diakses 7 April 2018 pada http://koran-sindo.com/
Burmansyah, Edy.2017.Kekeliruan Debt to GDP Ratio, diakses 8 April 2018 pada http://indoprogress.com/



Share:

Jam

Anda Pengunjung Ke-