Senin, 01 Oktober 2018

Pro Kontra Pengeluaran Dana Asian Games 2018


DIKMA #5

“Pro dan Kontra Pengeluaran Dana Sebesar 24,21 Triliun untuk Asian Games 2018”


Berita yang saat ini sedang ramai dibicarakan selain pemilu 2019 yaitu pelaksanaan dan bonus atlet Asian Games yang mengeluarkan dana APBN yang cukup besar. Dikutip dari Liputan6.com (6 September 2018) bahwa pelaksanaan Asian Games Jakarta-Palembang menghabiskan dana APBN mencapai 24 triliun rupiah untuk persiapan dan pembangunan besar-besaran dalam rangka menyambut event olahraga terbesar se-Asia ini. Selain itu, bagi atlet Indonesia yang meraih prestasi pada Asian Games 2018 pun mendapat banyak bonus, bagi setiap peraih medali emas nomor perorangan mendapat bonus sebesar Rp 1,5 miliar. Bagi peraih perak sebesar Rp 500 juta, sedangkan peraih perunggu dihadiahi sebesar Rp 250 juta. Indonesia sendiri berhasil memperoleh 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Total, pemerintah menggelontorkan dana Rp 210 miliar untuk bonus atlet dan pelatih Asian Games 2018. Bonus-bonus atlet Asian Games ini telah cair langsung sebelum penutupan Asian Games 2 September 2018.
Disisi lain, saat ini sedang ramai pula perbincangan mengenai tiga layanan kesehatan BPJS, yaitu rehabilitasi medik, persalinan, dan katarak. Hal ini didasarkan pada Implementasi Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Perdirjampelkes) dan penyesuaian anggaran kesehatan. Tiga layanan BPJS tersebut tidak sepenuhnya dicabut tetapi dibatasi anggarannya. Seperti persalinan, rehabilitasi medik atau fisioterapi, dan katarak.
Jika dilihat secara lebih dalam, pengeluaran dana sebesar 24 triliun oleh pemerintah tersebut tidak langsung membebani APBN dalam satu tahun, namun telah dicicil selama 4 tahun sejak 2014 (8 triliun per tahun), selain itu pengeluaran dana besar tersebut pun tidak lantas hilang tanpa bekas, namun terdapat hasil yang nyata berupa pembangunan infrastruktur di Jakarta dan Palembang, mulai dari stadion Jakabaring dan Gelora Bungkarno, bandara, fasilitas jalan raya, pembuatan jembatan layang, wisma atlet, dan fasilitas lainnya yang dapat digunakan jangka panjang. Dilihat lebih lanjut, adanya Asian Games ini juga membawa dampak positif lain seperti Indonesia yang mulai dilirik oleh dunia, setelah pelaksanaan Asian Games pendapatan negara yang berasal dari kunjungan pariwisata oleh warga negara asing ke Indonesia mengalami kenaikan yang sangat signifikan hingga mencapai 6,5juta orang (https://www.jawapos.com/). Hal ini tentu menaikkan devisa negara. Tidak hanya itu, dari segi pendapatan masyarakat domestik pun akan naik jika banyak masyarakat asing yang berlibur dan memanfaatkan layanan baik barang maupun jasa yang ditawarkan masyarakat, mulai dari oleh-oleh, penginapan, tour guide, dan lain sebagainya. Infrastruktur ini juga merupakan investasi Indonesia untuk persiapan menjadi tuan rumah olimpiade ditahun mendatang.
Selain dana yang besar untuk persiapan, pemerintah juga mengeluarkan dana besar untuk bonus untuk para atlet Asian Games yang memperoleh medali menjadi sorotan. Perlakuan pemerintah memberikan dana 210 miliar secara cuma-cuma ini dianggap berlebihan dan boros, jika dibandingkan dana bonus bagi atlet tahun ini dengan tahun lalu memang meningkat drastis dari 400juta menjadi 1,5 miliar untuk medali emas. Padahal jika ditilik dari bonus atlet negara lain, tidak sebesar itu, bahkan bagi Jepang dan China tidak memberikan bonus karena atlet memenangkan kejuaraan termasuk dalam kewajiban bela negara. Berita ini semakin ramai diberitakan karena disisi lain BPJS mengumumkan adanya 3 layanan BPJS yang dibatasi karena keterbatasan anggaran, salah satunya untuk ibu melahirkan yang menimbulkan banyak kontra. Banyak masyarakat menyayangkan penggelontoran dana sebesar ini, sedangkan masih banyak masyarakat Indonesia yang kesulitan finansial, putus sekolah karena biaya, meninggal karena sakit dan tidak mampu membayar biaya pengobatan serta banyak alasan lainnya. Untuk itu mungkin pemberian bonus atlet juga dipertimbangkan dahulu untuk mengeluarkan dana yang sangat besar karena dapat dialokasikan ke hal lainnya, misalnya untuk pengembangan atlet atau infrastruktur, membantu secara sosial untuk masyarakat kurang mampu, menambah biaya untuk menyokong pendidikan, dan lain sebagainya.
              Berdasarkan banyak sisi positif dan negatif di atas, pengeluaran dana Asian Games sebaiknya lebih dipertimbangkan lagi impact jangka panjangnya bagi masyarakat umum, bila untuk pembenahan infrastruktur dan fasilitas umum maka itu baik. Namun, untuk pemberian dana bonus altet dengan nominal besar, perlu dilakukan pertimbangan dan pemikiran ulang agar tidak menimbulkan banyaknya kecemburuan sosial.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Jam

Anda Pengunjung Ke-