Kamis, 08 Maret 2018

Forum Kajian Ilmiah KRISTAL (FORKIS) #2

“INOVASI PENDIDIKAN INDONESIA”


Inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat), baik berupa invensi atau diskoveri yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan.

Tujuan dari inovasi pendidikan adalah memaksimalkan (efisiensi, efektivitas dan relevansi) segala kemampuan dalam bidang pendidikan seperti tenaga, uang, sarana prasarana.

Komponen pendidikan atau komponen system sosial yang memungkinkan untuk dilakukan suatu inovasi adalah pembinaan personalia, banyaknya personalia dan wilayah kerja, fasilitas fisik, penggunaan waktu, perumusan tujuan, peran yang diperlukan, wawasan dan perasaan, bentuk hubungan antar bagian, dan strategi. Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan dalam inovasi pendidikan adalah pendidik, peserta didik, kurikulum, fasilitas, dan program atau tujuan. Dalam inovasi pendidikan secara umum dapat dibedakan menjadi 3 model inovasi yang baru yaitu :
1.      TOP DOWN
Top Down Innovation adalah salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, meningkatkan efisiensi waktu dan sebagainya. Dapat dikatakan bahwa top down innovation sama halnya dengan pendidikan yang otoriter. Pendidikan ini sering dinilai buruk, namun sebenarnya ada kebaikan didalamnya. Terkadang harus ada penekanan dari pendidik untuk dijadikan sebuah tempaan bagi para peserta didik agar mereka dapat berkembang meskipun perkembangan manusia memang sangat bergantung pada motivasi dari dirinya sendiri. Namun demikian,  kebanyakaan manusia cenderung akan lebih banyak mendapatkan hambatan jika harus berjuang sendirian.
2.      BOTTOM UP
                Model bottom up innovation sangat baik kita terapkan dalam pendidikan di Indonesia. Hal ini dikarenakan pada model bottom up innovation ini seorang pendidik lebih bebas dalam mengeluarkan suatu pendapat atau ide-ide yang cemerlang. Di sisi lain pendidik dapat lebih kreatif dalam pembelajaran di kelas, sehingga proses pembelajaran di kelas berlangsung dengan baik dan tidak monoton serta dapat mencapai tujuan yang diharapkan oleh pendidik.
3.      QUANTUM LEARNING
                Quantum learning adalah suatu model pembelajaran yang menekankan pada pemberian sugesti dan dituntut mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan serta efektif. Quantum learning dapat memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan kecepatan yang mengesankan dengan upaya yang normal dan dibarengi dengan kegembiraan.


Pengembangan Media Pembelajaran
Media Pembelajaran diartikan segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan pembelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Pengertian media pembelajaran adalah segala alat pengajaran yang digunakan untuk membantu menyampaikan materi pelajaran dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan. Dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar guna mencapai tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di instansi pendidikan pada khususnya. Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pengajaran.  Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai. Aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan peserta didik kuasai setelah pengajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik peserta didik. Jadi, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh pendidik.

Metode dan Strategi Pembelajaran
Metode Pembelajaran adalah cara mengajar secara umum yang dapat diterapkan pada semua mata pelajaran, misalnya mengajar dengan ceramah, ekspositori, tanya jawab, penemuan terbimbing dan sebagainya. Strategi pembelajaran adalah seperangkat     kebijaksanaan yang terpilih, yang telah dikaitkan dengan faktor yang menetukan warna atau strategi tersebut, yaitu :
1.      Pemilihan materi pelajaran  (pendidik atau peserta didik)
2.      Penyaji materi pelajaran (perorangan atau kelompok, atau belajar mandiri)
3.      Cara menyajikan materi pelajaran (induktif atau deduktif, analitis atau sintesis, formal atau non formal)
4.      Sasaran penerima materi pelajaran ( kelompok,   perorangan, heterogen, atau  homogen.
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh pendidik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Jenis-jenis metode pembelajaran antara lain:
1.      Metode pembelajaran ceramah
Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, pendidik dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sukar didapatkan.
2.      Metode pembelajaran diskusi
Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka.
3.      Metode pembelajaran demontrasi
Metode pembelajaran demonstrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong peserta didik mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: bagaimana cara mengaturnya?; bagaimana proses bekerjanya?; bagaimana proses mengerjakannya?. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang pendidik atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau seorang peserta didik memperlihatkan sesuatau proses  kepada seluruh kelas.
4.      Metode Pembelajaran Ceramah Plus
Metode pembelajaran ceramah plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya.
5.      Metode pembelajaran eksperimental
Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana peserta didik melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini peserta didik diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.
6.      Metode Pembelajaran Resitasi
Metode pembelajaran resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan peserta didik membuat resume.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Jam

Anda Pengunjung Ke-