Jumat, 02 Juni 2017

FORKIS 3 (Forum Kajian Ilmiah Mahasiswa) - Pamflet GAMACOM 2 "Indonesia Memimpin Dunia"

Indonesia akan sanggup menjadi mercusuar dunia. Bukti bahwa Indonesia akan memimpin dunia adalah sumber daya alam yang melimpah, anda pernah memikirkan atau tidak bahwa yang dimiliki negara lain Indonesia pasti punya, namun sebaliknya yang dimiliki oleh Indonesia belum tentu dimiliki oleh negara lain.Kesuburan tanah yang luar biasa sehingga tak ada satu tanaman pun yang tak bisa tumbuh di tanah Indonesia, kekayaan laut Indonesia takkan bisa diimbangi oleh bangsa lain, serta kekayaan alam yang terpendam dalam bumi Indonesia tak terhitung lagi jumlahnya, berbagai macam tambang dan mineral juga ada di bumi Indonesia. Dengan kekayaan semua itu Indonesia tak butuh bangsa lain, bahkan Indonesialah yang akan dibutuhkan oleh bangsa lain.

Indonesia merupakan negara maritim yang kaya akan sumber kekayaan alam,namun pengelolaannya tidak optimal dan belum menjadi prioritas pembangunan nasional. Pokok Persoalan yaitu Pengelolaan sumber daya kelautan (maritim) belum menjadi prioritas pembangunan nasional,belum optimalnya sinergitas dan kerjasama antar kementerian/kelembagaan,rendahnya kemampuan SDM di bidang pengelolaan sumber daya kelautan,lemahnya infrastruktur pendukung,minimnya tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir (nelayan).dan masih lemahnya sistim pengamanan laut.Indonesia merupakan negara maritim terbesar di ASIA, seharusnya memiliki konsentrasi penuh terhadap pemanfaatan berbagai potensi sumber daya kelautan yang ada. Selama ini pemerintah dan pemerintah daerah sesungguhnya sudah menyadari hal tersebut, namun demikian, lemahnya sinergitas dan koordinasi sehingga aspek maritim tersebut belum dapat menjadi prioritas pembangunan nasional.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia pada April 2012, jumlah pengguna jejaring sosial di Indonesia juga besar. Setidaknya tercatat sebanyak 44,6 juta pengguna Facebook dan sebanyak 19,5 juta pengguna Twitter di Indonesia. Meningkatnya jumlah pengguna tersebut menjadikan Indonesia sebagai  negara kelima terbesar pengguna Twitter di bawah Inggris dan negara besar lainnya.Adapun hasil survei dari Frontier Consulting Group Indonesia mengenai perilaku digital remaja Indonesia menunjukkan adanya peningkatan drastis pada perilaku digital remaja hanya dalam kurun waktu satu tahun saja. Responden survei merupakan remaja  yang  berusia antara 13-19 tahun dan sedang duduk di bangku SMP dan SMA. Survei diadakan di enam kota besar di Indonesia pada tahun 2011 dan 2012. Di tahun 2011, hasil survei menunjukkan bahwa 91,2% remaja memiliki akun media sosial. Persentasi ini meningkat pada tahun 2012 dimana sebanyak 97,5% remaja memiliki akun media sosial. Peningkatan terbesar adalah perilaku mereka dalam melakukan download atau upload yang semula hanya 48,8% di tahun 2011, menjadi 71,1% di tahun 2012.  

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap RPJMN I tahun 2005–2009, diketahui bahwa pembangunan bidang kebudayaan telah menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa serta memperkuat jati diri bangsa dalam kerangka multikultur, meskipun masih ada beberapa sasaran yang belum tercapai. Sementara berdasarkan hasil analisa situasi, ditemukan adanya beberapa peluang dan kekuatan di bidang kebudayaan. Peluang pembangunan kebudayaan lebih banyak berasal dari eksternal seperti kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang telah membuka peluang pertukaran budaya antar bangsa, dan merebaknya demokratisasi di berbagai negara sehingga memberikan kebebasan dalam melakukan ekspresi seni dan budaya. Sedangkan kekuatan pembangunan kebudayaan yang berasal dari faktor internal adalah menguatnya good goverment dan good governance dalam sistem birokrasi Indonesia, meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan, dan kekayaan sumber daya budaya Indonesia yang unik dan beraneka ragam.

Pemberdayaan UKM dilakukan dengan pendekatan yang dilakukan untuk menumbuhkan sektor usaha kecil adalah dengan pembukaan akses-akses usaha kecil dan menengah ke pasar yang lebih luas atau introduksi usaha baru yang layak dan menguntungkan. Sedangkan untuk mengembangkan sektor usaha kecil dan menengah dilakukan dengan memperkuat dan meningkatkan akses permodalan, manajemen usaha, teknologi, pemasaran dan standarisasi kualitas produk. Berdasarkan hasil uji rata-rata dua sampel kecil independen, baik penerimaan maupun pendapatan UKM yang ikut program maupun yang tidak ikut program Pemberdayaan adalah sama, sehingga dapat disimpulkan program Pemberdayaan UKM tersebut masih belum efektif dalam memberdayakan masyarakat sebagai pelaku UKM jika ditinjau dari penerimaan dan pendapatannya.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Jam

Anda Pengunjung Ke-